Zonakepri.com-Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Natuna mengakibatkan kualitas udara menurun bahkan masuk kategori tidak sehat.
Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara oleh UPTD Puskesmas Ranai pada Sabtu (10/10/2026) pukul 09.45 WIB menunjukkan kondisi udara di wilayah Ranai berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan data pengukuran tersebut, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat sebesar 84 µg/m³, sedangkan PM10 mencapai 219 µg/m³. Suhu udara saat pengukuran berada pada 31,9 derajat Celsius dengan kelembapan 74,7 persen.
Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama oleh anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Hal tersebut disampaikan UPTD Puskesmas Ranai melalui program ISPA dan Kesehatan Lingkungan yang telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat Ranai dan sekitarnya.
Masyarakat disarankan menggunakan masker respirator seperti N95 saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas fisik berat di luar rumah, serta tetap berada di dalam ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak.
Warga juga diimbau membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah, mencukupi kebutuhan air putih, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
“Kami imbau masyarakat Natuna untuk patuh memakai masker N95 dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Jaga kesehatan keluarga kita dari bahaya kabut asap,” sebut Nazri selaku kepala UPTD Puskesmas Ranai Program ISPA dan Kesehatan Lingkungan.
Camat Bunguran Timur Syuparman Imbau Warga Jaga Kesehatan
Sementara itu, Camat Bunguran Timur Syuparman memberikan himbauan kepada warganya terkait kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Natuna.
“Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat, ” sebutnya Sabtu (10/10/2026).
Syuparman mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan kesehatan diri dan keluarga, terutama anak-anak serta kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak paparan kabut asap.
“Kita sadari beberapa hari ini udara kita sedang tidak sehat karena kabut asap yang kian menebal. Harapan terbesar saya, mari kita bersama-sama memperketat penjagaan terhadap kesehatan diri dan keluarga tercinta,” ujar Syuparman.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan partikel asap.
“Jika memang situasi ke depan menuntut demi kebaikan dan kesehatan anak-anak kita, kalau perlu Belajar dari Rumah (BDR) saja,” pintanya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, Syuparman mengajak masyarakat untuk turut mencegah aktivitas yang dapat memperburuk kondisi kabut asap, termasuk pembakaran sampah dan hutan secara sembarangan.
“Saya memohon dengan sangat, mari kita tunjukkan rasa cinta pada daerah ini dengan tidak membakar sampah ataupun hutan secara sembarangan,” tegasnya.
(Zubadri)








