Zonakepri.com – Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, di Trans Convention Centre Hotel Aston, Tanjungpinang, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih dari 500 kader dan simpatisan Partai Golkar se-Kepulauan Riau, sebagai bagian dari agenda penting dalam menentukan arah organisasi ke depan.
Dalam sambutannya, Sarmuji menegaskan bahwa Musda bukan sekadar ajang pemilihan ketua, tetapi juga menjadi momentum evaluasi perjalanan partai selama lima tahun terakhir sekaligus konsolidasi untuk menghadapi tantangan ke depan.
“Musda bukan hanya pemilihan ketua, tetapi juga refleksi perjalanan Partai Golkar lima tahun ke belakang dan konsolidasi gerakan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap strategi dan taktik politik tidak bisa diterapkan secara berulang dalam kondisi yang berbeda, sehingga Musda menjadi ruang penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah gerak partai.
“Setiap strategi tidak bisa diulang dua kali dalam situasi yang berbeda. Karena itu, Musda menjadi momentum untuk me-review langkah kita selama ini,” jelasnya.
Sarmuji juga mengibaratkan Musda sebagai proses “mengambil madu dari sarangnya”, yakni menghimpun berbagai pemikiran terbaik dari kader untuk kemajuan partai.
“Musda itu seperti mengambil madu dari sarangnya. Kita harus mengambil pemikiran-pemikiran terbaik untuk kepentingan partai,” katanya.
Ia mengingatkan agar seluruh dinamika dan perbedaan pandangan dalam forum Musda disikapi dengan kepala dingin serta semangat kebersamaan, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Setiap perbedaan harus diselesaikan dengan hati yang bersih. Jangan sampai Musda justru menjadi ajang pertengkaran,” tegasnya.
Mengacu pada arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, ia menekankan bahwa Musda harus menjadi sarana konsolidasi untuk merangkul seluruh elemen partai.
“Yang berserakan harus kita himpun, yang tercecer kita rangkul, dan yang ada kita pelihara. Musda harus menjadi instrumen untuk melahirkan gagasan terbaik bagi Partai Golkar,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Musda Golkar Kepri merupakan bagian dari rangkaian Musda ke-36 yang telah dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, dengan dinamika yang beragam namun tetap berjalan dengan baik.
Lebih lanjut, Sarmuji turut menyinggung figur kepemimpinan di Golkar Kepri ke depan, yang menurutnya membutuhkan sosok yang mampu menjaga soliditas dan arah perjuangan partai.
“Saya pikir Ade Angga adalah figur yang tepat untuk memimpin Partai Golkar Kepri ke depan,” katanya.
Meski diakui terdapat dinamika di internal, ia mengingatkan agar hal tersebut tidak menjadi penghambat jalannya Musda.
“Ada dinamika, itu hal biasa. Tapi jangan dijadikan masalah yang memperlambat proses,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Sarmuji mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam konflik internal yang tidak produktif.
“Kita tidak perlu larut dalam pertengkaran kecil. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Mari kita teguhkan kebersamaan dan perkuat soliditas, karena tidak ada partai yang berhasil tanpa solidaritas yang kuat,” pungkasnya.(Ki)






