Zonakepri.com – Dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-V DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau semakin menghangat.
Kasak-kusuk terkait siapa yang akan memimpin Golkar Kepri mulai ramai diperbincangkan, seiring munculnya sejumlah kandidat yang mulai melakukan manuver politik.
Salah satu fenomena yang mencuat adalah langkah para kandidat yang melakukan komunikasi politik atau “sowan” ke Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi yang lumrah dalam kontestasi internal partai.
Kader muda Partai Golkar, Yudha Firmansyah, menilai bahwa gerilya politik tersebut merupakan langkah krusial untuk mengamankan dukungan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Bertemu Ketua Umum menjadi target utama para kandidat untuk memperkuat posisi tawar mereka,” ujarnya, Minggu 19 April 2026.
Menurutnya, restu dari DPP bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal kuat yang dapat memengaruhi arah dukungan para pemilik suara dalam forum Musda.
Ia menjelaskan, dalam kontestasi Musda Golkar, dinamika politik bisa berubah dengan sangat cepat. Dukungan yang awalnya terlihat solid, bisa saja berubah seiring adanya arahan baru dari pusat.
“Peta dukungan saat ini masih sangat cair. Apa yang terlihat sekarang belum tentu bertahan sampai pemilihan,” jelasnya.
Meski komunikasi politik di tingkat pusat semakin intens, Yudha menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengganggu tahapan pelaksanaan Musda.
“Proses penjaringan dan pendaftaran bakal calon tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia,” katanya.
Ia menambahkan, DPP Partai Golkar menginginkan sosok pemimpin yang tidak hanya menjadikan partai sebagai kendaraan politik, tetapi juga mampu membawa perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Siapa pun yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya di daerah, tetapi juga dalam mendukung target perolehan suara nasional pada Pemilu 2029,” pungkasnya.(Ki)








