Nasional

Capaian Partisipasi Menurun,Hasil Pilkada Jakarta Tetap Valid

×

Capaian Partisipasi Menurun,Hasil Pilkada Jakarta Tetap Valid

Sebarkan artikel ini
Petugas PPSU mendistribusikan logistik pemilu di kawasan Duri Pulo, Jakarta, Selasa (26/11/2024). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Petugas PPSU mendistribusikan logistik pemilu di kawasan Duri Pulo, Jakarta, Selasa (26/11/2024). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Zonakepri.com – Hasil Pilkada Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta2024 tetap valid meski capaian tersebut diperoleh di tengah warga yang tak menggunakan hak suaranya alias golput mencapai sekitar 42 persen.

Ini dikatakan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto,dalam keterangan resmi, pada Rapat Kerja Komite I DPD RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,Selasa(10/12/2024).

“Walaupun golput mencapai 42 persen hasilnya tetap valid,” sebut Bima.

Meski demikian, dia tetap memandang bahwa tingginya tingkat partisipasi politik akan membuat legitimasi demokrasi pun menjadi lebih baik.

Bima menyebutkan,  persoalan legitimasi hasil Pilkada 2024 selanjutnya adalah menyangkut legitimasi kinerja pemerintahan kepala daerah terpilih itu sendiri.

“Legitimasi kepala daerah terpilih,kini ditunggu masyarakat melalui kinerjanya, dan itu akan diawasi bersama-sama dengan pemerintah,” ujarnya.

Sebab, kata dia, banyak pula kepala daerah dengan raihan suara tipis pada pilkada, namun mampu menunjukkan kinerja baik pemerintahannya.

” Di beberapa titik partisipasi masyarakatnya lebih rendah dalam memilih kepala daerah,namun yang pasti babak ini sudah dilewati,” ucapnya.

Dia lantas menuturkan faktor-faktor yang kiranya menjadi penyebab tingginya angka golput pada perhelatan Pilkada 2024.

“Bisa saja disebabkan,faktor teknis penyelenggaraan yang berdekatan antara pileg, pilpres dengan pilkada ini,” jelasnya.

Dirinya tak memungkiri bila kejenuhan masyarakat terhadap pemilihan umum hingga cuaca alam ikut menjadi faktor rendahnya angka partisipasi pemilih di Pilkada 2024.

“Kita lihat di beberapa daerah karena ini musimnya memang musim bencana, jadi mengurangi partisipasi itu. Ada juga faktor TPS (tempat pemungutan suara) yang lebih sedikit sehingga jaraknya jauh antara pemilih sampai TPS,” katanya.

Total pemilih yang menggunakan hak pilih pada Pilkada DKI Jakarta berjumlah 4.724.393 orang, dari daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 8.214.007 orang. Artinya, terdapat 3.489.614 orang atau 42,48 persen tidak menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara.(sumber:infopublik.id)