Tanjungpinang

Cuaca Pulau Bintan, BMKG : Cerah Berawan Disertai Kabut Asap 

×

Cuaca Pulau Bintan, BMKG : Cerah Berawan Disertai Kabut Asap 

Sebarkan artikel ini
Kabut asap masih menyelimuti wilayah Tanjungpinang

Zonakepri.com-Kondisi cuaca di wilayah Pulau Bintan dalam tiga hari terakhir pada bulan Oktober 2026 didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan.

Dalam beberapa hari ke depan, kondisi cuaca di Pulau Bintan diprakirakan masih didominasi oleh cerah berawan dan disertai adanya kabut asap. Namun demikian, diprakirakan akan mengalami potensi curah hujan dengan sifat lokal/tidak merata pada tanggal 14 – 15 Oktober 2026 karena pengaruh pola angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang Robbi A. Anugrah menyebutkan berdasarkan periode menuju awal dasarian II Oktober 2026 diprediksi masih terdapat potensi terjadinya hujan yang bersifat lokal, terutama pada pagi dan siang hari.

Kondisi angin diprakirakan masih terdapat adanya pola konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan, sehingga dapat berkontribusi dalam proses pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan skala lokal/tidak merata di  Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Robbi A. Anugrah menyebutkan berdasarkan hasil pemantauan citra satelit Himawari pada 13 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB, wilayah Pulau Bintan terindikasi mengalami dampak kiriman kabut asap dari wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

“Kabut asap kiriman dari pulau Sumatera dan Kalimantan masih menyelimuti wilayah Provinsi Kepri. Bahkan kualitas udara di Kota Batam masuk kategori sangat tidak sehat,”sebutnya, 13 Oktober 2026

Kondisi angin yang juga dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya di sekitar Pulau Bintan merupakan kondisi yang mempengaruhi potensi terbawanya massa udara dan partikel asap karhutla dari wilayah sumber menuju ke Pulau Bintan dan sekitarnya. (Sumber:https://www.bmkg.go.id/cuaca/satelit/citra-sebaran-asap)

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara PM2.5 terkini yang tersedia di wilayah Batam, konsentrasi PM2.5 pada 13 Oktober 2026 berada pada kategori Tidak Sehat sejak kemarin tanggal 12 Oktober 2026 sekitar pukul 00.00 WIB. Konsentrasi tertinggi terpantau pada tanggal 13 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB, yaitu mencapai 162,7 µg/m³ (kategori Sangat Tidak Sehat). (Sumber : https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/kualitas-udara/)

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di wilayah Kepulauan Riau perlu menjadi perhatian, khususnya apabila terjadi peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah luar Pulau Bintan yang dapat mempengaruhi kualitas udara melalui sebaran kabut asap,”sebutnya.

Sementara itu, hasil pengamatan alat observasi di Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah, yang berlokasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, jarak pandang mendatar saat ini berada pada kisaran 3–4 kilometer.

“Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan jarak pandang yang berkaitan dengan keberadaan kabut asap. Penurunan jarak pandang perlu mendapat perhatian mendukung keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan, karena jarak pandang yang semakin rendah dapat memengaruhi operasional di bandar udara, khususnya ketika mencapai kurang dari 5 kilometer,”terangnya.

Sedangkan hasil pemantauan data hotspot terkini pada 13 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB, tidak teridentifikasi adanya titik panas di sekitar wilayah Pulau Bintan (Sumber: https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id/informasi-hotspot-asap/)

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta dampak kiriman asap dari wilayah Sumatera, Kalimantan, dan wilayah sekitarnya, serta tetap memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan. Selain itu, masyarakat perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai sebagai langkah perlindungan terhadap dampak penurunan kualitas udara,”pesannya.

Informasi cuaca dan perkembangan kondisi atmosfer terkini dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG, laman resmi BMKG Tanjungpinang di https://stamet-tanjungpinang.bmkg.go.id,  https://iklim.bmkg.go.id, serta media sosial resmi BMKG Tanjungpinang melalui Instagram  @stamet.tanjungpinang.bmkg.(rul)