
Zonakepri.com-Sejumlah warung penjual kebutuhan pokok masyarakat di Kota Tanjungpinang sudah mengalami kekosongan stok santan instan.
Hal ini merupakan dampak sulitnya mendapatkan kelapa di Tanjungpinang. Sehingga harga kelapa mengalami kenaikan sejak Desember 2024 lalu hingga sekarang.
“Kelapa di Kota Tanjungpinang sudah kosong, kelapa yang dijual pedagang saat ini didatangkan dari Midai Natuna, ” sebut Rizki pedagang kelapa, kelapa parut dan santan murni di kawasan Pasar Baru Tanjungpinang, Senin 10 Februari 2025.
Mengingat kelapa yang ada di Kota Tanjungpinang saat ini didatangkan dari luar daerah, sehingga butuh biaya transportasi, ongkos angkut kelapa dari Natuna ke Tanjungpinang maka harga kelapa melonjak menjadi Rp12 ribu per biji.
Sedangkan harga santan murni juga melonjak dari Rp20 ribu menjadi Rp30 ribu dan kini menjadi Rp32-Rp36 ribu per kg.
Dampak dari kenaikan harga kelapa dan santan murni, maka masyarakat beralih mempergunakan santan instan untuk keperluan memasak di dapur. Akibatnya, santan instan kini makin sulit ditemui di pasaran.
Salah satu swalayan yang paling ramai dikunjungi warga di kawasan Bintan Center Tanjungpinang sudah mengalami kekosongan stok santan instan sejak lima beberapa hari yang lalu hingga sekarang. “Biasa santan instan ukuran 65 ml dijual di swalayan dengan harga 3 biji Rp10 ribu, “sebut Siti.
Sementara itu, sejumlah warung kelontong yang menjual beragam kebutuhan pokok masyarakat sudah mulai kosong stok satu per satu.
Kevas, salah satu ibu rumah tangga di Tanjungpinang yang tinggal di kawasan Lembah Asri dekat dengan pembuatan batu bata di Km 9 Tanjungpinang mengaku warung kelontong dekat rumahnya sudah kosong tidak menjual santan instan maupun kelapa parut ataupun kelapa utuh. “Sudah tidak ada santan instan di warung. Kalau mau beli kelapa atau santan mesti ke Pasar Bintan Center dengan harga yang mahal,” ungkapnya.
Meskipun ada warung yang menjual santan instan, itupun ada yang menjual dengan harga lebih mahal dari biasanya. “Memang santan instan sudah susah dicari. Ada tinggal beberapa biji saja di warung. Untuk harganya Rp5 ribu ukuran 65 ml per biji, ” Sebut Sintia penjual kelontong di kawasan Bintan Center Tanjungpinang.
Sementara itu, Ardi, salah satu warga Natuna yang tinggal di Ranai mengatakan harga kelapa di Natuna mengalami kenaikan sejak Desember 2024 lalu. Sebelum Desember, harga kelapa Rp1500 dari kebun. Tapi setelah Desember 2024, harganya menjadi Rp5 ribu per biji. (rul)






