Zonakepri.com- Upaya menciptakan Kabupaten Bintan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak terus digelorakan.
Salah satunya melalui Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang digelar Forum Anak Kabupaten Bintan bersama Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3KB Kabupaten Bintan, Sabtu (08/08).
Berlangsung di kawasan Taman Relief Antam Kijang, kegiatan ini mengangkat tema ‘Payung Teduh Masa Depan: Lindungi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan’. Kampanye ini menjadi ruang untuk mengajak masyarakat memahami bahwa pencegahan kekerasan membutuhkan kepedulian dan keberanian dari seluruh lapisan masyarakat.
Pesan tersebut diawali melalui Deklarasi Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Bintan. Deklarasi dilakukan bersama oleh berbagai perwakilan instansi dan elemen masyarakat yang hadir sebagai bentuk kesepakatan untuk memperkuat komitmen dalam mencegah serta menghapus kekerasan.
Tidak berhenti pada deklarasi, semangat kampanye kemudian dibawa langsung ke tengah masyarakat melalui aksi long march. Peserta bergerak dari Taman Relief Antam Kijang menuju Pasar Berdikari Kijang sembari menyampaikan pesan-pesan edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak.
Sejumlah leaflet turut dibagikan kepada masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan. Materi tersebut memuat edukasi mengenai langkah pencegahan kekerasan serta informasi mengenai saluran pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Kepala DP3KB Kabupaten Bintan, Aryati menyampaikan bahwa istilah ‘Payung Teduh’ menggambarkan semangat bersama untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan naungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar masa depan Kabupaten Bintan semakin cemerlang,” ujarnya.
Kampanye tersebut turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kepolisian, Kecamatan Bintan Timur, Kelurahan Kijang Kota, PATBM, PUSPAGA Bahtera Bintan, PMI Kabupaten Bintan hingga Forum Anak Bintan.
Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan penanganan secara bersama. Pemerintah, aparat, lembaga masyarakat, keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk tidak bersikap diam ketika mengetahui adanya kekerasan. Keberanian untuk melapor dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang lebih kuat.
Semangat ‘Payung Teduh’ pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kampanye, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat. Dengan kepedulian dan kolaborasi yang terus diperkuat, Bintan diharapkan semakin mampu memberikan ruang tumbuh yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak. (Diskominfo)






