Zonakepri.com-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan menyerahkan policy brief berupa kajian pembangunan Kabupaten Bintan kepada Bupati Bintan, Roby Kurniawan, S.P.W.K.. dalam pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Bintan, Selasa (15/9/2026).
Policy brief tersebut disusun HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan dengan membaca arah pembangunan Kabupaten Bintan berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bintan Tahun 2025–2029.
Kajian tersebut memuat sejumlah temuan dan rekomendasi yang dinilai perlu menjadi perhatian dalam memastikan pembangunan Bintan berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut disambut langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bintan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam forum tersebut dinilai menjadi ruang strategis bagi HMI untuk menyampaikan gagasan sekaligus membangun sinergi kelembagaan dalam mengawal pembangunan daerah.
Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Ilham Bani Arrasyid, mengatakan bahwa kajian tersebut merupakan bentuk kontribusi intelektual HMI terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, HMI tidak ingin hanya hadir dalam ruang-ruang seremonial, tetapi juga mengambil peran melalui kajian, gagasan, serta pengawalan terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Kami melihat Bintan memiliki modal pembangunan yang besar. Pertumbuhan ekonomi, investasi, industri, pariwisata dan berbagai capaian lainnya menunjukkan bahwa Bintan terus bergerak. Tetapi bagi kami, pertanyaannya bukan hanya bagaimana Bintan tumbuh, melainkan bagaimana pertumbuhan tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang merata dan dirasakan masyarakat,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, policy brief tersebut tidak dimaksudkan sebagai bentuk penilaian bahwa pemerintah daerah telah gagal dalam menjalankan pembangunan. Sebaliknya, kajian tersebut diharapkan menjadi bahan masukan dan dialog kebijakan untuk melihat ruang-ruang pembangunan yang masih dapat diperkuat.
“Kami menyerahkan policy brief ini sebagai bahan masukan, bahan pertimbangan dan ruang dialog bagi Pemerintah Kabupaten Bintan dalam menjalankan serta mengevaluasi RPJMD 2025–2029. Kami tidak mengklaim bahwa seluruh rekomendasi kami adalah jawaban. Kami hanya menawarkan perspektif dan gagasan dari mahasiswa yang mudah-mudahan dapat memperkaya proses pembangunan Bintan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bintan Roby Kurniawan, S.P.W.K., menyambut baik kajian yang disampaikan HMI. Ia menyampaikan apresiasi karena kajian tersebut menjadi bentuk perhatian mahasiswa terhadap pembangunan Kabupaten Bintan.
Roby mengatakan, pemberian kajian secara langsung seperti yang dilakukan HMI merupakan sesuatu yang baru bagi Pemerintah Kabupaten Bintan.
“Ini merupakan kali pertama kami diberikan kajian seperti ini dari mahasiswa. Kami menyambut baik dan berterima kasih banyak atas apa yang sudah disampaikan. Mudah-mudahan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan bisa memberikan dampak langsung bagi pembangunan dan masyarakat Bintan,” ujar Roby.
Ia juga membuka ruang agar kajian dan rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pembahasan lebih lanjut bersama perangkat daerah sesuai dengan kewenangan dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Bintan.
Bagi HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, penyerahan policy brief tersebut menjadi langkah awal untuk membangun sinergi kelembagaan yang lebih berkelanjutan antara organisasi mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Bintan. HMI menilai hubungan kelembagaan tidak cukup dibangun melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diisi dengan pertukaran gagasan, kajian, dan pengawalan terhadap kebijakan publik.
Ilham menegaskan, HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan mendukung visi Bintan Juara yang menjadi arah pembangunan daerah. Namun, menurutnya, predikat tersebut harus memiliki ukuran yang semakin konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“HMI mendukung Bintan Juara. Tetapi bagi kami, ukuran Bintan Juara harus terus ditingkatkan. Bintan Juara tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, besarnya investasi atau capaian makro. Ukurannya harus sampai pada bagaimana masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak, pelayanan dasar yang semakin baik, pembangunan yang merata antarwilayah, serta bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pertumbuhan Bintan,” tegasnya.
Ia menambahkan, HMI akan mengambil posisi sebagai mitra kritis pemerintah dengan prinsip mendukung yang maju, mengoreksi yang timpang, dan mengawal yang belum terbukti.
“Harapan kami, policy brief ini tidak berhenti sebagai dokumen yang diserahkan hari ini. Ini harus menjadi awal dari komunikasi dan tindak lanjut. HMI siap memberikan kontribusi pemikiran dan ikut mengawal pembangunan Bintan agar semakin maju, merata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Ilham. (HMI Tanjungpinang-Bintan)












