Batam

Inilah Destinasi Wisata Religi Di Kota Batam Yang Perlu Dikunjungi

×

Inilah Destinasi Wisata Religi Di Kota Batam Yang Perlu Dikunjungi

Sebarkan artikel ini
Wisata religi di Provinsi Kepri berupa peninggalan Kitab Suci Al Qur’an

Batam,Zonakepri – Provinsi Kepri memiliki destinasi wisata religi cukup banyak yang tersebar di kabupaten kota yang ada. Termasuk di Kota Tanjungpinang yakni di Pulau Penyengat serta Kota Batam.

Destinasi wisata religi strategis tersebut berkaitan erat dengan perkembangan agama Islam di bumi tanah Melayu ini.

Bentuk situs wisata religi tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari masjid, candi, arca, perhiasan, adat-istiadat, bahkan makam tokoh terkemuka.

Tujuannya tentu bukan untuk meminta apapun, melainkan mempelajari bagaimana para pendahulu tumbuh menjadi pendakwah yang baik.

Kata wisata diserap dari bahasa Sansekerta, vis, yang bermakna masuk. Kemudian, kata tersebut diserap menjadi bahasa Jawa Kuno vicata, dan diartikan sebagai perjalanan atau mengunjungi objek wisata.

Umumnya, wisata religi merupakan sebuah perjalanan untuk mendapatkan kebahagiaan sekaligus ilmu. Sebab, selama mengunjungi situs sejarah, wisatawan akan menemui kisah mendalam di dalam sejarahnya serta tokoh yang berpengaruh di dalamnya.

Wisata religi identik dengan kebiasaan umat Islam. Tetapi, saat ini pemaknaannya mulai meluas ke setiap umat beragama.

Liburan nggak melulu harus ke pantai, gunung, atau taman hiburan, lho. Sesekali, kamu bisa mempertimbangkan untuk pergi ke tempat wisata religi.

Dengan melakukan wisata religi, kamu mendapatkan dua hal, kebahagiaan dan rasa cinta kepada Tuhan.

Berikut ini rekomendasi wisata religi di Indonesia khususnya yang berada di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau

Penyebaran Islam Makam Aulia Allah yang berada di Kota Batam Tanah Melayu Bumi Nusantara.

Dibawah ini wisata religi Auliya Allah dan lokasinya adalah sebagai berikut :

1. Syech Syarif “Ainun Nai’m Bin Maulana Ishaq (Sunan Thulup), WT 1503 M. (Lokasi di Pulau Thulup).

2. Syech Maulana Noh Maghrobi, WT 1006 M.(Lokasi di Pulau Thulup).

3. Makam Habib Hasan Al-Musawwa. (Lokasi di Pulau Thulup)

4. Syech Abu Uzza Al-Bagdady, WT 1223 M. (Lokasi di Pulau Belakang Padang)

5. Syech Lamparan, WT 1321 M. (Lokasi di Pulau Sambu).

6. Syech Kauqusshobah, WT 976 M. (Lokasi di Sekupang)

7. Syech Sayyid Salman Sulaiman Al-Qurtuby, WT 1411 M. (Lokasi di Sekupang)

8. Syech Abdurrahman Abdul Aziz(Tuan Guru Mufaham), WT 1807 M. (Lokasi di Sungai Lekop)

9. Syech Mahmuddin Ali Zainuri, WT 1710 M.(Lokasi di Setoko).

10. Syech Raden Cokro, WT 1607 M. (Lokasi di Nongsa)

11. Syech Maulana Qurthuby AT-Taarimy, WT 1607 M. (Lokasi di PP. Nahrul Hikam Nongsa).

12. Syech Hang Sanah, WT 1503 M. (Lokasi di Bengkong Laut)

13. Syechotina Aisyah Binti Sayyid Ja’far Umar Al-Bagdady (Nong Isah), WT 1371 M. (Lokasi di Melcem)

14. Syech Iskandar Marwah Atturky. (Lokasi di Pulau Galang Baru).

15. Syeckh Maulana Misbah Bahresy. (Lokasi di Bandara Hang Nadim)

16. Syech Hadrowi Al-Bantani, WT 1002 H. (Lokasi di Bukit Mangsang Piayu)

17. Syeckhotina Syarifah Mahyan Sarroh Al-Yamani, WJ 1042 H. (Lokasi di Bukit Mangsang Piayu).

18. Syech Badar Muntoha Al-Makki. (Lokasi di Bukit Mangsang Piayu)

19. Ratu Sun’i Syaroh Binti Maulana Ishaq.(Lokasi di Tiban Pelangi)

Ketika mengunjungi destinasi wisata religi, kamu akan dihadapkan pada cerita-cerita masa lalu ketika para penyebar agama berjuang. Dari sana kamu bisa belajar bersyukur dan sabar.

Mengunjungi objek wisata religi juga akan mendekatkan diri pada Tuhan. Maka, tidak ada salahnya untuk mengunjungi salah satu lokasi wisata religi untuk menemukan kembali makna hidup, semangat tokoh agama dalam berjuang untuk menyebarkan agama Islam di belahan bumi ini. Salah satunya ke Indonesia termasuk di Kota Batam.

Plt. Kadis Pariwisata Kepri Hery Mokhrizal menyebutkan destinasi wisata religi di Provinsi Kepri diantaranya Kota Tanjungpinang dan Kota Batam cukup diminati wisatawan manca negara maupun lokal. Bahkan wisatawan dari Malaysia dan Singapura menyempatkan diri untuk berkunjung di destinasi wisata religi ini saat libur tiba.

(rul)

Editor : Hamid