Batam,Zonakepri – Plt Gubernur Kepri telah mengajukan penambahan kuota BBM solar subsidi untuk agen pelayaran ke BPH Migas.
Mengingat pengaturan Solar subsidi merupakan kewenangan BPH Migas, Sales Area Manager Kepri, Awan Raharjo meminta agar Pemprov Kepri mengajukan surat kepada BPH Migas guna menambah kuota bagi agen pelayaran. Dan surat tersebut telah dilayangkan kepada BPH migas.
Dalam surat, Pemprov Kepri meminta agar BPH Migas menambah kuota untuk agen pelayaran sebanyak 625 kilo liter (KL). Sehingga dengan penambahan tersebut, kuota agen pelayaran totalnya menjadi 6.995 KL.
Hal itu disampaikan Isdianto saat mengunjungi Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kabil, pada Jumat 6 Desember 2019 untuk memastikan ketersediaan Solar subsidi untuk operasional kapal Batam – Tanjungpinang.
“Hari ini saya beserta jajaran mengunjungi TBBM Kabil utk menyaksikan sendiri ketersediaan pasokan BBM di TBBM Kabil. Kami memastikan pemerintah daerah akan melakukan segala upaya agar pelayanan pelayaran berjalan lancar,” tutur Isdianto.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan pemprov beserta Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I area Kepri pada Kamis (05/12) malam. Pada kesempatan itu, Pertamina menyampaikan bahwa pasokan Solar subsidi tersedia di TBBM Kabil.
“Meski kuota Solar subsidi agen pelayaran habis, sebenarnya stok dan kuota masih tersedia di TBBM Kabil. Jika terinfo sebelumnya, tentu tidak akan sampai mengganggu pelayanan. Kami siap memenuhi kebutuhan Solar subsidi sesuai permintaan pemprov,” ujar Awan.
Awan melanjutkan, pihaknya telah menyalurkan solar subsidi untuk agen kapal pada Jumat 6 Desember 2019. Sehingga operasional pelayaran kembali berjalan normal. Adapun pasokan Solar subsidi disalurkan dari TBBM Kijang dan dilayani ke kapal-kapal agen pelayaran.
“Kejadian seperti kemarin jangan sampai terulang. Mesti bisa diantisipasi dari jauh hari sebelumnya, dan berikan usulan ke gubernur,” pungkas Isdianto.
Pengajuan tambahan solar subsidi oleh Gubernur Kepri terkait tidak beroperasinya MV Oceana Baruna Tujuan Yanjungpinang- Batam pada,Kamis 5 Desember 2019,disebabkan solar subsidi habis. (Zk)






