Tanjungpinang

Kekeringan, Ketinggian Waduk Sungai Pulai Tanjungpinang Menyusut 3,30 Meter Tersisa 90 Cm

×

Kekeringan, Ketinggian Waduk Sungai Pulai Tanjungpinang Menyusut 3,30 Meter Tersisa 90 Cm

Sebarkan artikel ini
Waduk sungai pulai Tanjungpinang

Zonakepri.com-Cuaca panas berkepanjangan dan sangat minim curah hujan di wilayah Tanjungpinang dalam beberapa bulan terakhir, mengakibatkan sumur sumur warga mengering, demikian juga waduk waduk penampungan air juga menyusut.

Hingga Selasa 31 Maret 2026, ketinggian air waduk sungai pulai sebagai satu satunya waduk penyuplay air bersih bagi masyarakat Tanjungpinang dan sekitarnya telah menyusut sekitar 3,30 meter, dari kondisi normal 4,20 meter.

“Ketinggian air waduk sungai pulai saat ini 90 cm diukur dari mistar pengukur, menyusut sekitar 3,30 m dari kondisi normal 4,20 meter,”sebut Abdul Razak selaku Pjs Kasubag Produksi PDAM Tirtakepri pada Selasa 31 Maret 2026.

Menurutnya, kondisi menyusutnya  waduk sungai pulai hari demi hari jika tanpa hujan maka distribusi normal akan bertahan hingga 18 hari kedepan.

“Saat ini distribusi air untuk pelanggan masih 24 jam. Hanya ada pengurangan frekuensi akibat debit air menurun dengan menyusutnya waduk,”ujarnya.

Razak mengatakan, meski ketinggian air saat ini tersisa 90 cm dari mistar pengukur, namun ketinggian air waduk sungai pulai di bagian tengah waduk masih mencapai 6 meter.

Selain distribusi untuk masyarakat Tanjungpinang, waduk sungai pulai saat ini juga menopang pelanggan waduk gesek yang ketinggiannya sudah 0 meter. Namun, masih bisa melayani pelanggan sekitar 2500 pelanggan.

“Telah dilakukan upaya upaya untuk membersihkan pipa dan mencangkul bagian waduk agar air bisa dikumpulkan dan dibersihkan untuk disalurkan ke pelanggan,”tambahnya.

Ada sekitar 5000 pelanggan waduk gesek yang hingga saat ini dialiri air dari waduk sungai pulai. Selain itu, waduk sungai pulai juga mensuplay air dari tanki air BPBD.

Dengan adanya penyusutan air waduk sungai pulai dan pengurangan frekuensi, maka daerah daerah dataran tinggi akan cenderung kekurangan air, mengingat daerah daerah rendah akan terlebih dahulu menyedot air. Jika kran kran air didaerah rendah ditutup, maka pelanggan di daerah tinggi seperti perbukitan baru menerima aliran air.

Salah satu warga di Perumahan Kencana 3 di Km 10 Tanjungpinang mengatakan aliran PDAM di rumahnya telah berhenti sejak malam lebaran Sabtu 21 Maret 2026 hingga saat ini. “Air PDAM sudah macet selama 9 hari, terpaksa beli air galon setiap hari sebanyak 4 galon,”sebut Wati.

Padahal, air isi ulang galon yang harganya Rp 7 ribu per galon biasanya untuk masak saja. Namun karena tidak ada air bersih terpaksa air galon untuk mandi dan lainnya juga. (rul)