Zonakepri.com-Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) siap memperkuat sinergi dengan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) melalui pendekatan kolaborasi heksa heliks.
Langkah strategis ini diambil guna merespons perubahan pesat lanskap media digital, adaptasi teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), serta kebutuhan formulasi model bisnis media baru.
“Kolaborasi dengan AMSI itu penting karena timbal baliknya bisa saling mendukung antara subsektor ekraf dengan media begitu juga sebaliknya. Tentu anggota AMSI sudah banyak yang usahanya berdaya dan mandiri sehingga yang kita perlukan adalah akselerasi.
Kementerian Ekraf bisa melakukan kurasi bareng bersama AMSI dengan cara memperkuat komersialisasi IP, scale up akses pasar, hingga membantu promosi jejaring dari tingkat nasional ke global,” ungkap Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat menerima audiensi pengurus AMSI di Autograph Tower, Jakarta, Senin (21/9).
Menekraf menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan aktif elemen heksa heliks, tempat media berperan sentral memperluas jangkauan serta nilai tambah publikasi karya dan talenta kreatif. Media siber tidak sekadar bertindak sebagai kanal pemberitaan, melainkan menjadi akselerator promosi, distribusi, dan perluasan pasar pada rantai nilai ekonomi kreatif nasional.
Dalam audiensi, AMSI mengundang Menekraf untuk memberikan keynote speech pada IDMC yang direncanakan berlangsung pada 28 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan IDMC 2026 akan membahas antara lain bisnis model media, hak cipta konten jurnalistik, adaptasi media terhadap AI dan kreator, serta hubungan media dengan industri kreatif.
“Ekonomi kreatif itu bisa terwujud dengan saling kolaborasi sehingga semakin besar penggabungan kolaborasinya, maka akan lebih berdampak. Menarik, program Indonesia Digital Media Conference (IDMC) yang akan digagas AMSI karena menghadirkan tren, insight, dan riset terkait model bisnis media masa depan sekaligus hak cipta. Tentu bisa juga diundang pembicara dari perusahaan AI sehingga bisa membahas peluang kolaborasi dengan media maupun kreator-kreator digital lainnya,” lanjut Menekraf.
“Kami senang dengan sambutan Menteri Ekraf yang sangat positif pada audiensi ini. Kami juga mengundang beliau untuk menjadi pembicara acara IDMC 2026 di Surabaya. Kami berharap bisa mendapat arahan dari beliau tentang tren industri digital ke depan dan bagaimana ekonomi kreatif bisa menjadi peluang bagi perkembangan industri media, terutama dengan teknologi AI dan pergeseran perilaku konsumen berita yang mengarah ke sosial media,” ucap Wahyu Dhyatmika sebagai Ketua Umum AMSI.
Sebagai organisasi nirlaba yang dideklarasikan pada 18 April 2017, AMSI menghimpun perusahaan atau penerbit media siber yang memenuhi standar Dewan Pers. Dengan jumlah anggota sekitar 520 media online dari seluruh Indonesia, AMSI berkomitmen membangun industri media siber yang sehat secara bisnis dan kualitas konten. Visi AMSI juga mendorong pengembangan jurnalisme siber yang bertanggung jawab serta dapat dipercaya untuk mengembangkan standar etika pemberitaan di internet.
Dalam audiensi ini, Menekraf Teuku Riefky Harsya didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf; Staf Ahli Menteri Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan, Dian Permanasari; Direktur Kreativitas Teknologi, Dandhy Yudha Feryawan; Direktur Penerbitan dan Fotografi, Iman Santosa; Kepala Biro Komunikasi, Kiagoos Irvan Faisal; Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Reslyana Dwitasari; serta Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng.
Hadir pula jajaran pengurus AMSI yaitu Ketua Umum, Wahyu Dhyatmika; Wakil Ketua Umum, Suwarjono dan Citra Dyah Prastuti; Perwakilan dari Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi, Wenseslaus Manggut dan Atmaji Sapto Anggoro; Ketua Panitia IDMC, Rahmadin Ismail; serta Direktur Eksekutif AMSI, Elin Y. Kristanti.
(Biro Komunikasi Kementrian Ekraf)









