Zonakepri.com – Konferensi Cabang (Konfercab) XV Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang-Bintan resmi digelar pada Sabtu (09/05/2026) di Aula Sekretariat Insan Cita Centre Tanjungpinang.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan serta evaluasi perjalanan organisasi.
Konfercab turut dihadiri sejumlah kader dan alumni HMI, termasuk Ketua Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kota Tanjungpinang, Ade Angga.
Dalam sambutannya, Ade Angga menegaskan bahwa HMI secara historis memiliki dua tradisi besar yang tidak dapat dipisahkan, yakni tradisi keislaman dan keindonesiaan.
“HMI secara historis terbagi dalam dua tradisi yang tidak bisa dipisahkan, yaitu keislaman dan keindonesiaan. HMI tidak pernah gagap ketika berbicara mengenai dua tradisi tersebut,” ujarnya.
Ia menilai, dua fondasi tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama untuk melihat sejauh mana relevansi HMI di tengah perkembangan zaman saat ini.
“Dengan dua tradisi dan fondasi itu, kita harus merefleksikan secara serius apakah HMI masih relevan sampai detik ini,” katanya.
Ade Angga juga berharap pelaksanaan Konfercab XV dapat berjalan tertib, mengedepankan dialog, serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan agar seluruh proses musyawarah menghasilkan keputusan yang efektif dan konstruktif.
“Saya berharap Konfercab ini berlangsung dengan tertib, penuh dialog, dan semangat kekeluargaan, mulai dari proses suksesi kepemimpinan, penyusunan rekomendasi program kerja, hingga evaluasi periode sebelumnya,” jelasnya.
Selain itu, ia turut menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi, baik secara etis maupun organisatoris.
“Saya sebagai instruktur di HMI sangat menekankan kepada kader untuk selalu menjaga independensi, baik independensi etis maupun organisatoris,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Tomi Suryadi, menyampaikan bahwa regenerasi merupakan bagian penting dalam keberlangsungan organisasi.
“Kepemimpinan yang berhasil adalah kepemimpinan yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru,” ujarnya.
Menurutnya, Konfercab menjadi ruang bagi kader untuk bertukar ide dan gagasan dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan.
“Apabila telah sampai waktunya, regenerasi adalah sebuah keniscayaan. Kini saatnya kita berkumpul, beradu ide dan gagasan untuk menentukan arah gerak himpunan ke depan,” pungkasnya. (Ki)












