
Zonakepri.com-Mengais rejeki dari barang bekas yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan bak bak kontainer sampah menjadi kegiatan rutin yang dilakukan pemulung.
Meski setiap hari harus menikmati bau kurang sedap dari sampah, namun hidung bisa ditutup dengan masker dan tangan untuk memungut sampah bisa mengenakan sarung tangan.
Nining, salah satu pemulung yang memungut sampah berupa kardus, botol plastik, kaleng bekas di TPA sampah di Ganet Tanjungpinang mengaku untuk menuju TPA sampah dari rumah kediaman tidak seberapa jauh, cukup berjalan kaki bersama tetangga yang memiliki profesi sama memungut barang bekas untuk dijual kepada penampung yang berdekatan dengan rumah.
“Kalau dapat barang bekas yang bisa dijual, dikumpulkan dulu. Setelah seminggu baru dijual kepada penampung. Hasil penjualan barang bekas yang dikumpulkan selama seminggu sekitar Rp50 ribu an saja, ” sebut Nining, Minggu 8 Februari 2025.
Memiliki satu anak laki laki dan suami juga bekerja memungut barang bekas yang bisa dijual kepada penampung, Nining telah menetap selama 8 tahun di Kampung TPA sampah di Ganet Tanjungpinang.
Untuk mencari barang bekas, Nining mengaku suami bekerja mencari barang bekas di bak kontainer sedangkan dirinya mencari barang bekas di TPA Ganet.
“Kalau mau berangkat kerja, mengenakan baju bersih, namun balik dari kerja pasti kotor dan bau dari sampah, ” ujarnya.
Menurut Nining yang berasal dari Jawa Barat ini, menemukan barang bekas yang bisa dijual dan mendapatkan barang bekas merupakan rejeki yang bernilai dan diterima dengan senang hati. (rul)










