Zonakepri.com- Mahasiswa dan masyarakat perantau asal Kepulauan Riau (Kepri) di Jawa Barat antusias mengikuti Pelatihan Penguasaan Literasi dan Implementasi Artificial Intelligence (AI) di Favehotel Braga, Bandung, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, BLSDM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bandung, dan Ikatan Keluarga Provinsi Kepulauan Riau (IKPKR)-Jawa Barat.
Turut hadir kepala BLSDM Komdigi Kepri Nur Azizah, S.Si., M.Si., Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sentot Faisal, S.IP., M.M., Sekretaris IKPKR-Jabar, Tonny Irawan, S.H., M.Kn., C.L.A., serta tokoh masyarakat Kepulauan Riau di Jawa Barat, Encik E. Hadli.
Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 16.30 WIB tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab, khususnya untuk mendukung sektor pendidikan, dunia kerja, serta pengembangan wirausaha.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala BLSDA Komdigi Bandung, Nur Azizah, S.Si., M.Si., yang bertindak sebagai pengajar utama. Dalam pemaparannya, Nur Azizah menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi era transformasi digital. Ia menyampaikan bahwa penguasaan teknologi AI perlu diiringi dengan literasi digital yang kuat, pemahaman etika, serta kesadaran menjaga keamanan data pribadi agar masyarakat dapat bertransformasi menjadi talenta digital yang produktif dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sentot Faisal, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas instansi ini. Ia menilai bahwa pemanfaatan AI saat ini bukan lagi sekadar topik teknis yang jauh dari keseharian, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan mulai dari penggunaan gawai hingga pengelolaan usaha.
“Bagi kita warga perantauan Kepri di tanah Jawa Barat, menguasai teknologi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Kita ingin warga Kepri di manapun berada tidak sekadar jadi penonton di tengah pesatnya zaman, tetapi mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif: untuk kemajuan usaha, meningkatkan kapasitas diri, memperlancar pekerjaan, serta tentunya tetap aman serta bijak dalam berinternet,” tegas Sentot Faisal.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Kepri untuk terus mendukung kegiatan positif yang mendatangkan manfaat nyata bagi warganya di perantauan.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris IKPKR-Jabar, Tonny Irawan, menegaskan bahwa kemajuan teknologi wajib berjalan selaras dengan kebijaksanaan dan nilai kebersamaan. Perkembangan zaman tidak boleh melunturkan identitas budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Kepri. Sebagaimana ungkapan Melayu yang selalu dijunjung: _“Setinggi-tinggi ilmu, jangan sampai hilang budi; secanggih-canggih teknologi, jangan sampai lupa jati diri.”_
Melalui kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh kehangatan silaturahmi ini, seluruh rangkaian pelatihan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu SDM perantau. Dengan semangat belajar yang tinggi sejak usia muda, para generasi perasa Kepulauan Riau di Jawa Barat diharapkan semakin berdaya, mandiri, serta siap membawa keberkahan dan kemajuan bagi daerah asal maupun tanah rantau. (Buana Fauzi)








