Kepulauan Riau

Ribuan Santri Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kepri 

×

Ribuan Santri Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kepri 

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 3.000 santri meriahkan peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 dipusatkan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026). (Alpin/Diskominfo Kepri)

Zonakepri.com– Sebanyak 3.000 santri memeriahkan peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Kepulauan Riau dipusatkan di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026).

Peringatan dilaksanakan dalam bentuk upacara dipimpin Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad disejalankan dengan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Kepri periode 2026–203 dilanjutkan penandatanganan deklarasi antikekerasan, penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba, serta Kepri Bersholawat bersama 3.000 santri.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan peran strategis santri dalam membangun masa depan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak dan karakter.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang dibacakannya, Ansar menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Amanat tersebut menegaskan bahwa santri tidak hanya berperan sebagai penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan dan pembangunan bangsa.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” demikian pesan Menteri Agama dalam amanat yang dibacakan Gubernur.

Santri juga didorong untuk terus mengembangkan kemampuan diri dan tidak membatasi cita-cita. Santri memiliki kesempatan untuk berkiprah dalam berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan mengabdikan ilmu bagi kemajuan Indonesia.

Penguasaan ilmu agama perlu berjalan beriringan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi pesantren harus terus dipelihara sekaligus membuka diri terhadap perubahan agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Pesan tersebut juga menyoroti peran pesantren dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia, memperkuat kerukunan, serta mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Kepri periode 2026–2031 oleh Gubernur Ansar Ahmad. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antarpesantren dalam mendukung pendidikan keagamaan serta pembinaan generasi muda di Kepulauan Riau.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi antikekerasan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepri. Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong lingkungan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, serta bebas dari kekerasan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ansar Ahmad juga menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan dalam rangka Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.

Penghargaan diberikan kepada para pemenang cabang lomba Gurindam XII, selawat grup, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, pidato bahasa Inggris, serta Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak. Apresiasi juga diberikan kepada para pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional di Arab Saudi tahun 2026 dan MTQ tingkat nasional tahun 2026.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam menghadapi perkembangan zaman, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa pada 2027 akan ditambahkan satu kategori lomba baru, yakni pidato bahasa Mandarin.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan Kepri Bersholawat bersama 3.000 santri. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan persatuan di kalangan santri dan masyarakat.

Peringatan Hari Santri 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat kontribusi pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri sekaligus Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Ketua BKOW Provinsi Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri Zoztafia, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua LAM Provinsi Kepri, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi keagamaan, pimpinan pondok pesantren, para kiai dan guru, serta santri dan santriwati. (ron)