
Tanjungpinang, Zonakepri-Ribuan Wisatawan lokal dan Mancanegara memadati pulau penyengat saat libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 H /2023.
Momen libur saat Hari Raya Idul Fitri 1444 H dimanfaatkan masyarakat dengan berbagai kegiatan bersama keluarga. Usai bermaaf maafan pada hari raya Idul Fitri bertepatan dengan 22 April 2023 maka keesokan harinya sudah bepergian ke tempat tempat wisata favorit bersama keluarga.
Salah satu destinasi Kawasan wisata strategis yang ada di Kota Tanjungpinang dan telah terkenal di manca negara maupun wilayah nusantara yakni Pulau Penyengat Indera Sakti.
Untuk menuju Pulau Penyengat, pengunjung terlebih dahulu menuju dermaga penyeberangan yang khusus bertujuan ke Pulau Penyengat. Meskipun dermaga ini sudah berusia tua dan ada kerusakan sejumlah kondisi fisik dermaga, namun pengunjung tak perlu takut dan khawatir ketika tiba di lokasi. Pompong yang akan mengangkut penumpang menuju Pulau Penyengat telah stand bay dan petugas dari Basarnas maupun petugas KPLP pun ada di lokasi. Sehingga saat perjalanan pompong dari dermaga menuju Pulau Penyengat akan dipantau dan dalam pengawasan petugas.
Harga tiket pompong per orang Rp9 ribu, pengunjung akan diantar menuju tujuan. Daya tampung per pompong pun dibatasi, dengan jumlah sekitar 15 penumpang saja.

Saat berada diatas pompong, pengunjung bisa menikmati keindahan laut lepas. Terpaan angin dilaut akan terasa menyejukkan. Meski cuaca panas maka penumpang tidak kepanasan saat berada di pompong. Sedangkan saat hujan, pemilik pompong melengkapi angkutannya dengan terpal yang bisa diturunkan di sisi kanan maupun kiri pompong juga bagian depan pompong agar penumpang tidak terkena air hujan.
Kawasan Wisata Strategis Pulau Penyengat memiliki potensi wisata religi berupa masjid Sultan Riau Pulau Penyengat. Disamping itu, pengunjung bisa berziarah ke makam makam sekaligus menyaksikan bangunan bangunan bersejarah peninggalan Kerajaan yang masih bisa difungsikan oleh masyarakat maupun yang tidak bisa difungsikan lagi.
Saat menginjakkan kaki di Pulau Penyengat maka pengunjung ditawari beragam potensi kuliner khas masyarakat Melayu. Wisata kuliner di Pulau Penyengat menjadi alternatif selain mengunjungi tempat tempat bersejarah, makam makam raja maupun Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat.
Aneka kuliner dijajakan oleh penjual di jalanan saat turun dari pompong. Mulai dari Aneka minuman segar, buah buah yang dikemas, air Dohot khas Pulau Penyengat, Otak otak ikan, Ikan bakar, Ayam Bakar, makanan khas melayu Lakse, juga kue deram deram khas Pulau Penyengat yang baru digoreng dan dibungkus oleh penjual. Bahkan, juga dijual Minyak Gamat Asli “Mak Ngah” Pulau Penyengat. Produk ini dipasarkan dengan ukuran beragam dari ukuran kecil hingga besar sebagai oleh oleh khas Pulau Penyengat.
Lokasi yang paling banyak dikunjungi saat liburan yakni Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat dan Balai Adat. Pada lokasi Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat pengunjung menyempatkankan diri untuk menunaikan sholat. Meski bangunan masjid belum pernah dipugar atau renovasi, namun bangunan masjid tidak terlihat ada retak ataupun roboh. Hanya terlihat cat cat dinding masjid yang mengelupas. Hal ini tak lepas dari sejarah pendirian masjid yang terbuat dari campuran putih telur.
Sementara itu, usai menunaikan sholat di Masjid bersejarah ini maka pengunjung naik bentor atau becak motor menuju balai adat yang lokasinya agak jauh dari masjid namun dekat dengan tepi laut.
Balai adat memiliki keistimewaan bangunan yang terbuat dari kayu dan menghadap ke laut. Sehingga bisa menikmati pemandangan air laut dari balai adat. Balai adat dibangun menyerupai rumah panggung.

Saat berada di Balai Adat, pengunjung bisa foto selfi ria bersama keluarga atau sendiri di tempat pengantin peninggalan kerajaan. Juga tersedia pakaian kerajaan melayu tempo dulu untuk berfoto yang bisa disewa. Bahkan pengunjung yang membawa bekal duduk di lantai balai adat bersama kekuarga menikmati bekal yang dibawa dari rumah.
Pada dinding Balai Adat, terpampang karya terbesar Raja Ali Haji berupa Gurindam Dua Belas. Selain itu, pengunjung juga bisa mempelajari silsilah Raja Ali Haji dan Pengarang Pengarang Dari Riau serta Biografi Raja Ali Haji.
Dibawah balai adat terdapat sumur tua yang saat ini dijaga secara ketat oleh penjaga. Sumur tersebut diberi nama Perigi 8. Pada bagian atas ditutup. Bagi pengunjung yang ingin merasakan segarnya air perigi 8 ini bisa cuci muka atau berwudlu. “Saat kemarau, air perigi 8 tak pernah kering. Meski dekat pinggir pantai kondisi airnya tetap jernih dan bukan payau,” sebut penjaga perigi.
Saat libur lebaran 1444 H ini, jumlah pengunjung di Pulau Penyengat mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari antrian di pusat kuliner yang ada di Pulau ini. Bahkan, pengunjung harus sabar untuk bisa menikmati ikan bakar di salah satu tempat makan. “Maklum ramai, kursi pun tak ada yang kosong harus menunggu ada yang keluar dan selesai makan baru gantian duduk, ” sebut Ita seorang pengunjung dari Km 14 Tanjungpinang.
Plt. Kadispar Kepri Hery Mocrizal mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi para wisatawan yang sedang berlibur dan ziarah ke Pulau Penyengat.
“Penyengat setiap lebaran memang padat pengunjung. Yang lagi berlibur dan ziarah, tetap jaga kesehatan dan keselamatan,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu penjual otak otak bernama Citra mengaku saat libur lebaran paling padat pengunjung pada H+3 lebaran atau pada tanggal 24 April 2023. “Saat libur lebaran, terjual 8 kg adonan otak otak dalam sehari mulai pagi hingga sore. Kalau hari biasa paling banyak 5 kg adonan saja, ” ungkapnya ditemui 26 April 2023. (Rul)







