Tanjungpinang,Zonakepri-Kota Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota provinsi Kepulauan Riau,yang juga dikenal dengan nama Kota Gurindam Negeri pantun.Kota ini makin memperindah diri dengan membangun Proyek reklamasi Gurindam 12,namun akibat pembangunan yang dilakukan juga berdampak kepada nelayan Sondong yang kesehariannya dalam mencari nafkah menjual hasil sondong udangnya di pinggir jalan.
H Agus Salim tepatnya depan Kantor Walikota lama sebelah kiri, para Penyondong udang berdiri di pinggir Jalan menjajakan udang yang dikemas dalam kantong plastik.
Kantong plastik berisi satu ons udang segar ukuran medium dibandrol dengan harga Rp15 ribu per kantong. Deretan kantong berisi udang digantung pada satu kayu dengan posisi miring ke jalan.
Penggemar memancing ikan dipastikan menjadi pelanggan udang sondong. Mengingat udang segar dan masih hidup dalam ukuran sedang ini merupakan umpan jitu untuk memancing ikan di laut.
Seorang Penyondong udang di kawasan tepi laut Tanjungpinang Yoga mengaku perolehan udang sondong menurun sejak adanya penimbunan tepi laut selama ini. Dulu lokasi sondong cukup luas mulai dari depan pelabuhan Sri Bintan Pura hingga ke Teluk Keriting didapat udang maksimal 2 kg. Namun sejak ada penimbunan perolehan udang maksimal 1 kg saja. Karena lokasi sondong makin sempit sementara penyondong bertambah..
“Perolehan udang kadang sedikit kadang banyak, pernah hanya bisa menjual tujuh kantong saja dalam sehari,”ujar Tiga ditemui Minggu 3 November 2019.
Berbeda dengan Yoga, yang menyondong di tepi laut, perolehan udang sondong Iskandar yang menyondong udang di Sungai Tanjungunggat Tanjungpinang mengaku perolehan udang maksimal 7 Kg. Iskandar juga menjual udang sondong dalam kemasan per ons dengan harga Rp15 ribu untuk udang yang berukuran besar dan Rp 10 ribu untuk udang yang berukuran kecil. “Perolehan udang tergantung kondisi arus air. Kadang hingga 7 kg. Paling sedikit satu kilo kurang,”paparnya.
Menyondong udang dilakukan saat air laut pasang naik. Dengan memegang alat sondong berjalan menyisir pinggir sungai dengan maksimal kedalaman sebatas dada.(red)






