Tanjungpinang

Pengemudi Truk Keluhkan Antrean Panjang Beli Solar di SPBU Tanjungpinang

×

Pengemudi Truk Keluhkan Antrean Panjang Beli Solar di SPBU Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Lori parkir di depan ruko ruko untuk membeli solar di SPBU km 3 Tanjungpinang

Zonakepri.com-Deretan lori yang akan membeli solar di sejumlah SPBU Tanjungpinang menimbulkan antrean panjang di pinggir jalan.

Salah satu SPBU yang terjadi antrean panjang untuk membeli solar berada di Km 3, Jalan MT Haryono Tanjungpinang, Senin 21 September 2026.

Beni, salah satu pengemudi truk yang mengangkut tabung gas LPG mengatakan untuk membeli solar telah antri sekitar 1,5 jam. “Antrean panjang menganggu kerja, waktu terbuang untuk mengantri solar,”keluhnya.

Hal senada disampaikan salah satu pengemudi lori yang sehari hari mengangkut sayur dari Dompak Tanjungpinang untuk dibawa ke Batam. “Memang sudah sering antri untuk membeli solar di SPBU. Sudah biasa antri. Jarang beli solar tidak antri,”sebut Anto yang mengantri untuk membeli solar di SPBU Batu Hitam Tanjungpinang.

Menurut penuturan pengawas SPBU Km 3 Tanjungpinang Surya, pasokan solar selama ini berjalan normal dan stok pun seperti biasa. Dirinya juga heran, terjadi antrean membeli solar di SPBU Km 3 Tanjungpinang telah terjadi selama sebulan lebih belakangan ini. “Tidak tahu kenapa, banyak lori antri membeli solar. Bahkan pernah ada yang sudah antri sejak pukul 04.00 Wib. Padahal jam buka SPBU pukul 07.00WIB,”ujar Surya.

Menurutnya, lori yang antri solar di SPBU Km 3 disebabkan solar di SPBU lain sedang kosong, jadi pengemudi lori menuju SPBU di Km 3 untuk membeli solar.

Selain itu, kemungkinan ada kendaraan roda empat yang sebelumnya menggunakan bahan bakar jenis Dexlite pindah menggunakan solar. Dengan mengajukan barcode ke Pertamina. Mengingat harga Dexlite sudah naik dari Rp20 ribu per liter menjadi Rp24.750 per liter. Sementara itu, harga solar subsidi masih Rp6.800 per liter.

Surya menjelaskan, pasokan solar di SPBU KM 3 Tanjungpinang dilakukan setiap hari sebanyak 8 ton.

Sementara itu, Andi selaku pengawas lapangan SPBU Batu Hitam Tanjungpinang menyebutkan, pasokan solar di SPBU masih normal yakni 24 hingga 32 ton per minggu.

Menurutnya, terjadinya antrian solar di SPBU batu hitam Tanjungpinang pun dirinya tidak tahu apa penyebabnya. Karena pasokan solar tetap normal. (rul)