Zonakepri.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menanggapi hasil penilaian Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia menyampaikan apresiasi kepada KPK atas hasil penilaian tersebut dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Batam untuk memperbaiki kinerja tata kelola pemerintahan.
“Kami dari Pemkot Batam sangat berterima kasih atas penilaian SPI yang sudah diberikan. Karena hasil itu menjadi bahan bagi kami untuk menganalisis dan membenahi problem yang ada,” ujar Amsakar, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, terdapat perbedaan mencolok antara hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK dan hasil SPI. Berdasarkan data, Batam menempati posisi tinggi dalam MCP, namun justru berada di posisi rendah dalam hasil SPI.
“Kalau dilihat dari data yang sudah ada, memang ada disparitas yang cukup tajam. Di MCP KPK, Batam berada pada posisi tertinggi, tapi di survei SPI justru terendah. Artinya ada miss data yang perlu kami dalami lebih jauh,” jelasnya.
Tak selesai sampai situ, Walikota Batam ini juga menjelaskan, survei SPI dilakukan dengan tiga kelompok responden, yaitu internal, eksternal, dan expert. Dari tiga kategori itu, hasil penilaian dari pihak expert menjadi penyumbang nilai rendah bagi Batam.
“Internal kita bagus, eksternal juga bagus, tapi expert kita yang jeblok. Expert ini kan seperti Ombudsman RI, KPK, dan tenaga edukasi. Mungkin saja ada persoalan informasi yang belum tersampaikan dengan baik kepada mereka,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, perbedaan hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkot Batam untuk memperkuat komunikasi dengan para pihak yang menjadi responden dan penilai.
“Ini menjadi bahan evaluasi dan pemacu bagi kami untuk melakukan pembenahan. Sekaligus menjadi jalan untuk membangun komunikasi yang lebih dinamis dengan para mitra penilai dari SPI,” pungkasnya.(Ki)












