
Tanjungpinang,Zonakepri-Sejumlah penjahit lokal mengebut pengerjaan seragam sekolah gratis agar cepat tuntas. Meski akhir bulan Desember terhitung tinggal tiga hari kedepan, namun sejumlah penjahit enggan memikirkan berapa hari lagi selesai pengerjaan. Mereka terus kerja dan bekerja.
“Tidak ada yang bisa disalahkan dalam pengerjaan seragam sekolah gratis ini. Memang sudah begini mau diapakan. Ya dikerjakan saja sampai selesai. Kalau dipikir bisa stres,”sebut Zulkifli pengelola Trendy Tailor di Jalan A Yani Tanjungpinang yang menerima pengerjaan 85 seragam sekolah gratis ditemui Sabtu, 28 Desember 2019.
Menurutnya, pengerjaan seragam sekolah gratis berupa Penunjukkan Langsung (PL) dibawah naungan koperasi dari SDN 004 Bukit Bestari Tanjungpinang.
Perihal upah, Zulkifli mengatakan sudah mendapat Uang Muka (DP) terlebih dahulu dari pihak sekolah.
Disinggung jika pengerjaan tidak tuntas bakal dikenakan denda, Zulkifli mengatakan memang pernah didengar ada denda dari pengerjaan seragam sekolah gratis ini jika tidak selesai tepat waktu.
”Saya dengar memang ada denda kalau pengerjaan seragam tidak rampung,”ungkapnya sambil menjahit seragam baju kurung warna hijau.
Sementara penjahit lain Merapi Tailor yang berlokasi di persimpangan jalan dekat traffic light depan MAN Tanjungpinang yang menjahit seragam pelajar SMP juga terlihat mengejar jahitan seragam sekolah gratis untuk siswa baru ini. Bahkan hingga malam hari sekitar pukul 23.00Wib penjahit masih mengerjakan seragam warna putih biru.
Seorang warga Jalan Ganet Tanjungpinang Tatik, mengaku belum mengetahui jika seragam sekolah gratis ini diperuntukkan bagi pelajar yang baru masuk baik di tingkat SD dan SMP. Sehingga bagi pelajar yang sudah duduk di kelas 3 SD ataupun kelas 7 dan 8 SMP tidak menerima seragam sekolah gratis. “Anak saya kelas 7 SMP kok tak dapat ya,” ungkapnya Sabtu 28 Desember 2019. (red)











