Tanjungpinang,Zonakepri-Permainan gasing sudah menjadi tradisi masyarakat Kepri menjadi permainan baik di kalangan anak anak, kaum muda maupun orang tua. Namun, seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, permainan gasing makin sedikit peminatnya dari waktu ke waktu. Meski demikian, permainan ini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya di Kepri.
Seorang penggiat permainan Gasing Kabupaten Bintan Jalaludin ditemui Rabu 6 November 2019 di pelataran Gedung Gonggong Tepi Laut Tanjungpinang menyebutkan sudah hampir 15 tahun dirinya berkecimpung dan menggiatkan permainan gasing di tengah masyarakat, meski peminatnya menurun dari waktu ke waktu. “Untuk menggiatkan permainan gasing butuh dukungan pemerintah daerah dengan menggelar perlombaan seperti Festival Permainan Tradisi Pangkak Gasing yang diselenggarakan Pemko Tanjungpinang sempena Festival Bahari tahun 2019,”sebutnya.
Menurutnya, permainan gasing menyebar dan diminati masyarakat baik di Provinsi Kepri maupun manca negara. Salah Satunya warga Singapura. Namun, untuk tahun ini, tim dari Lingga absen. Mereka ikut berkompetesi dalam Festival Permainan Tradisi Pangkak Gasing Tahun 2019.
Gasing yang dipergunakan dalam ajang perlombaan dibuat dari kayu bakau, disesuaikan dengan kebutuhan. Bahan Gasing yang terbuat dari kayu bakau ini, menjadi dilema untuk mendapatkannya. Mengingat kayu bakau dilarang untuk ditebang. Meski kayu bakau mudah didapat di perairan Provinsi Kepri.”Saat ini gasing dibuat oleh masyarakat menggunakan kayu bakau dan alat khusus bubut,”ungkapnya.
Sedangkan jenis gasing yang berkembang selama ini diantaranya gasing berembang yang sering di pertandingkan dan gasing jantung . Sementara gasing piring salah satu jenis gasing yang jarang dipertandingkan, mengingat gasing piring dimainkan diatas piring.
Dalam setiap pertandingan gasing, penentuan kemenangan dilihat dari kepiawaian peserta melemparkan dan memukul gasing lawan. Jika gasing yang dipukulkan mengenai gasing lawan dan gasing penahan tidak berputar, maka peserta memenangkan dua angka. Begitu juga sebaliknya.Namun jika gasing pemukul dan penahan masih berputar maka diberikan nilai satu sama. Dalam pertandingan, peserta gasing yang bertindak selaku pemukul diberikan kesempatan sebanyak tiga kali. Demikian juga sebaliknya untuk penahan secara bergantian.(red)






