
Tanjungpinang,Zonakepri-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana dikonfirmasi terkait adanya dugaan warga Tanjungpinang yang baru pulang dari Singapura terjangkit Virus Corona menegaskan Dinas Kesehatan sudah melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut.
Dinas Kesehatan Provinsi Kepri juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tujuh warga Tanjungpinang itu dan menyatakan mereka negatif dari Virus Corona.Status ketujuh orang tersebut bukan suspect juga bukan terjangkit. Untuk dapat dikatakan suspect maupun terjangkit harus ada tiga gejala lengkap dan mereka kontak langsung dengan penderita Virus Corona.
Lebih jauh disebutkan Tjetjep mereka saat ini menempati dua rumah di Kota Tanjungpinang dan sudah dalam pengawasan dan dipantau hingga masa inkubasi oleh tenaga kesehatan.
Menurutnya, munculnya dugaan ketujuh warga Tanjungpinang terjangkit Virus Corona memang tidak dipungkiri. Mengingat sudah ada penularan Virus Corona dari manusia ke manusia di Singapura. Selain itu, belum ada pembatasan dari dan menuju ke Singapura di Provinsi Kepri, termasuk Batam dan Tanjungpinang.
Meski demikian, Tjetjep meminta kepada masyarakat untuk tidak timbul kepanikan luar biasa di kalangan masyarakat. “Kepanikan luar biasa akan lebih sulit diatasi dibandingkan
mengatasi penyakit itu sendiri. Percayakan kepada tenaga kesehatan yang ada,” ungkap Tjetjep dihubungi via seluler yang sedang berada Di Natuna, Minggu 9 Februari 2020.
Menurutnya, Walikota Tanjungpinang Syahrul SPd telah melakukan langkah langkah untuk antisipasi terhadap kondisi ini. Dengan memimpin rapat bersama Organisask Perangkat Daerah (OPD) sebagai langkah responsif terhadap isu yang beredar.
Dan untuk langkah selanjutnya, menunggu keputusan Walikota Tanjungpinang.
Dugaan WNI dari Singapura Suspect Virus Corona Masuk Ke Wilayah Indonesia Melalui Kota Batam tersebut muncul
dari info Kabinda Kepri bahwa pada 8 Februari 2020 di Batam terdeteksi adanya WNI dari Singapura yang suspect terjangkit Virus Corona masuk ke wilayah Indonesia melalui Kota Batam dg informasi bahwa
Kantor Imigrasi Batam mendapat informasi dari Kementerian Kesehatan dan Otoritas Karantina Singapura bahwa terdapat 6 WNI dari Singapura yang terduga/suspect terjangkit Virus Corona keluar dari Singapura menuju ke Indonesia melalui Kota Batam Provinsi Kepri.
Mereka yang diduga suspect namun hasil pemeriksaan Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dinyatakan negatif yakni Chandra Widodo (WNI, No. Paspor C.6168610), Winarto(WNI, No. Paspor C.2320963),Desy (No. Paspor C.2320970)
Suwardi Sumantri (WNI, No. Paspor C.6168201),Manis (WNI, No. Paspor B.8647326)Josh Knight Xation (WNI, No. Paspor B.3124491).
Kementerian Kesehatan Singpura, Otoritas Karantina Singapura meminta bantuan imigrasi Batam untuk mencari mereka.
Berdasarkan penelusuran Sistem Perlintasan Keimigrasian di Batam,diketahui 2 dari 4 orang tersebut telah masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay Kota Batam. yakni atas nama
Winarto (WNI, No. Paspor C.2320963) termonitor masuk ke Batam pada 4 Januari 2020 pukul 10.48 WIB melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam dan Desy (No. Paspor C.2320970) termonitor masuk ke Batam pada 4 Januari 2020 pukul 10.49 WIB melalui Pelabuhan Harbour Bay Batam. (red)












