Tanjungpinang

Wali Murid di Tanjungpinang Sesalkan Keputusan Kasek Hentikan MBG Saat Libur Sekolah

×

Wali Murid di Tanjungpinang Sesalkan Keputusan Kasek Hentikan MBG Saat Libur Sekolah

Sebarkan artikel ini

Zonakepri.com-Orang tua murid di sejumlah sekolah di Kota Tanjungpinang menyesalkan keputusan kepala sekolah (Kasek) menolak distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) saat libur semester ganjil di sekolah kemarin.

Tiwi, orang tua murid di sekolah dasar Kecamatan Tanjungpinang Timur mengaku keputusan kepala sekolah menolak MBG sangat disesalkan. Menurutnya, semestinya kepala sekolah mengajak berembug dengan wali murid untuk memutuskan apakah menerima atau menolak MBG saat libur semester ganjil mulai akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

“Semestinya kepala sekolah mengajak orang tua murid untuk membahas MBG menerima atau menolak. Bukan memutuskan sepihak. Mengingat MBG dibutuhkan anak anak, meski libur. Sementara daerah lain juga distribusi MBG tetap jalan saat libur,”ujarnya, Selasa 13 Januari 2026.

Hal senada disampaikan Eni yang anaknya masih duduk di bangku SD juga dikawasan Tanjungpinang Timur. Menurutnya, meski nilai rupiah MBG tidak seberapa, namun dalam jangka waktu libur selama dua Minggu atau sekitar 10 hari, bisa membantu meringankan beban orang tua murid. “Kemarin libur dua Minggu tidak ada MBG, sementara daerah lain ada pembagian dalam bentuk menu lain. Bahkan awal masuk sekolah tanggal 5 Januari 2026 pun tidak ada MBG, baru tanggal 8 Januari 2026 anak menerima MBG,”ungkapnya.

Padahal dana MBG cukup besar, untuk satu kelas saja sebanyak 32 murid. Kalau dalam satu sekolah jumlah muridnya sekitar 500 hingga 600 murid. Artinya dana MBG akan mengendap jika tidak disalurkan. Meskipun MBG disalurkan untuk lansia maupun ibu hamil namun jumlahnya jauh dari anak sekolah.

Sementara itu, libur anak sekolah masih akan berlanjut pada waktu dekat. Mengingat perayaan Imlek, puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, juga libur semester genap akan dihadapi anak anak. “Apakah nasib anak sekolah juga tidak lagi dapat MBG seperti libur semester ganjil kemarin,? Keluh Eni.

Menurut Siti Bayu Husnul Khatimah selaku mitra Yayasan Pangan Intan, bahwa pihak SPPG sebenarnya telah mendapatkan arahan dari pusat untuk menawarkan pelaksanaan program selama masa liburan.

Namun, seluruh sekolah yang menjadi mitra pemanfaat menyatakan tidak bersedia menerima distribusi MBG selama libur sekolah.

“Dari semua sekolah pemanfaat kami, tidak ada yang menerima. Mereka khawatir program tidak efektif dan berpotensi menimbulkan mudarat. Selain itu, ada surat pernyataan resmi dari kepala sekolah, sehingga kami tidak berani menjalankan,” ujar Siti Bayu belum lama ini.

Kendati demikian, SPPG Basuki Rahmat Tanjungpinang tetap menjalankan program MBG yang menyasar Posyandu. Program ini dinilai tetap relevan karena layanan Posyandu tidak mengenal masa libur. Saat ini, tercatat sebanyak 215 penerima manfaat MBG yang dilayani.

Untuk program MBG sekolah, SPPG Basuki Rahmat memiliki lima sekolah sasaran, yakni SMP Negeri 4, SMA Negeri 4, SD Negeri 011, SD Negeri 02, dan SD Negeri 07, dengan total sekitar 3.200 siswa penerima.

Namun seluruh distribusi tersebut dihentikan sementara karena keputusan sekolah masing-masing.

“Prinsipnya, kami hanya mengantarkan. Keputusan sepenuhnya ada di pihak sekolah. Kalau sekolah tidak bersedia, kami tidak bisa memaksakan,” tambahnya.(rul)