Tanjungpinang

Rumah Kebanjiran, Sejumlah Warga Tanjungpinang Mengungsi di Surau

×

Rumah Kebanjiran, Sejumlah Warga Tanjungpinang Mengungsi di Surau

Sebarkan artikel ini
Warga mengungsi di surau saat rumah kebanjiran (ist)

Zonakepri.com-Awan hitam memayungi Kota Tanjungpinang, Jumat pagi  10 Januari 2025. Sekitar pukul 07.00Wib hujan mengguyur Kota Tanjungpinang hingga Sabtu dini hari 11 Januari 2025.

Dampak hujan seharian yang mengguyur Kota Tanjungpinang mengakibatkan banjir di jalanan maupun perumahan warga.

Sejumlah rumah warga Tanjungpinang yang terdampak banjir telah mengungsi ke beberapa tempat diantara surau maupun rumah saudara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang Muhammad Yamin menyebutkan, pada Sabtu 11 Januari 2025 masih ada warga yang mengungsi di sejumlah lokasi. Hal ini disebabkan khawatir akan ada hujan dan banjir susulan di Tanjungpinang.

“Hingga Sabtu 11 Januari 2025 masih ada warga yang mengungsi baik di lokasi pengungsian maupun rumah saudara Untuk menghindari terjadinya banjir susulan di rumah mereka, ” terangnya.

Penyebab banjir yang melanda Kota Tanjungpinang akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang berlangsung sehari, mengakibatkan luapan air dari saluran drainase yang tidak memadai.

Berdasarkan data, sejumlah surau dan rumah warga  menjadi lokasi pengungsian. Bagi warga  RT 03 RW 09 Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur mengungsi di Surau Samawang, rumah sewa Kenangan Jaya 3, rumah sewa Hang Kasturi, rumah Pak Polisi, Rumah warga Gang Jalak 3.

Sedangkan lokasi pengungsian bagi warga Perum Puspandari RT1 RW 12 di Kampung Sidomulyo Kelurahan Batu 9 Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan jumlah sekitar 120KK berada di

Surau Ar Raihan, Surau Baiturrahman dan Perumahan warga sekitar yang lebih tinggi.

Untuk warga di Kampung Bangunsari di RT 01 RW 10 yang terdampak banjir, sebanyak 35KK diungsikan ketempat warga yang tak terdampak banjir.

Sedangkan Sejumlah titik banjir di Kota Tanjungpinang tersebut

Jalan Bhayangkara, Ketinggian Genangan: 20–50cm Penyebab : Drainase yang tersumbat dan tingginya volume air hujan. Dampaknya  akses jalan terganggu, kendaraan roda dua kesulitan melintas, beberapa rumah terendam air hujan di area rendah.

Batu 13, Jembatan Buaya, Ketinggian Genangan: 30–50 cm, Penyebab:Luapan air sungai sekitar Jembatan Buaya. Dampak : Lalu lintas terganggu, akses warga terhambat, beberapa rumah dan kendaraan terendam banjir.

Perumahan Hang Lengkir Indah, ketinggian Genangan: 30–50 cm, Penyebab: Sistem drainase yang tidak mampu mengalirkan air hujan. Dampak: Beberapa rumah terendam air, kendaraan sulit keluar dari perumahan.

Jalan Srikaton, ketinggian Genangan: 40 – 80 cm, penyebab: Saluran drainase yang tidak efektif. Dampak: Lalu lintas kendaraan terganggu, terutama sepeda motor.

Komplek Griya Permata Kharisma Batu 7 Tanjungpinang, Ketinggian Genangan: 20–40 cm,penyebab:  Saluran drainase yang tidak mampu menampung air hujan yang melimpah.Dampak: Beberapa rumah dan jalanan terendam, kesulitan mobilitas.

Jalan Bandara Lama Batu 13, ketinggian Genangan: 30–60 cm Penyebab: Saluran drainase yang tidak dapat menampung volume air hujan yang besar.

Dampak: Lalu lintas macet, kendaraan kesulitan bergerak di jalanan yang terendam.

RT 005 RW IX Tanjungpinang Barat. Ketinggian Genangan: 20–40 cm. Penyebab: Drainase tidak mampu menampung volume air hujan.

Dampak: Jalanan sekitar terendam, beberapa rumah terdampak banjir.

Jalan Nusantara Kilometer 12 Tanjungpinang. Ketinggian Genangan: Hingga lutut orang dewasa

Penyebab: Curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan air di jalan utama.

Dampak: Kemacetan lalu lintas, beberapa kendaraan roda dua mogok akibat terendam air hujan.

Jalan DI Panjaitan Kilometer 9

Ketinggian Genangan air Cukup parah. Penyebab: Sistem drainase yang tidak memadai.

Dampak:  Aktivitas terganggu di area tersebut.

Perumahan Patung Kuda. Ketinggian Genangan: Tertinggi di jalan-jalan komplek. Penyebab: Hujan deras sepanjang hari menyebabkan aliran air meluap ke perumahan.Dampak: Beberapa rumah terendam, warga kesulitan beraktivitas.

Jalan Sulaiman Abdullah. Ketinggian Genangan: Cukup mengganggu. Penyebab: Drainase yang tersumbat dan hujan lebat. Dampak: Aktivitas warga terganggu, kendaraan roda dua kesulitan melintas.

Meja 7 Tanjungpinang. Ketinggian Genangan: Banjir cukup signifikan. Penyebab:  Meluapnya saluran air sekitar dan hujan lebat.

Sungai Jang. Ketinggian Genangan: Terjadi genangan di area sekitar sungai. Penyebab: Meluapnya air sungai akibat hujan deras yang berkepanjangan.Dampak: Mengganggu aktivitas warga di sekitar aliran sungai.

Perumahan Galaxy, Ketinggian Genangan: Genangan air cukup tinggi di  perumahan ini. Penyebab: Drainase yang tidak berfungsi maksimal.Dampak: Aktivitas penghuni terganggu, beberapa rumah terendam.

Kampung Kolam (Skip), Ketinggian Genangan: Parah. Penyebab: Drainase yang tidak mampu menampung volume air yang besar serta curah hujan yang sangat tinggi.

Dampak: Banjir di Kampung Kolam cukup parah dengan air meluap ke rumah-rumah penduduk dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Perumahan Mega Mas Residence Sei Timun. Ketinggian Genangan: 20 – 30 cm. Penyebab: Saluran drainase yang tidak mampu menampung, volume air hujan yang sangat tinggi, serta aliran air dari daerah sekitarnya.Dampak: Banjir menggenangi beberapa perumahan, menyebabkan kerusakan pada properti warga dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Jalan Al Jakfaron, Kampung Bangunsari km 9 Tanjungpinang. Ketinggian Genangan: Sedang hingga tinggi, tergantung pada titik lokasi.Penyebab: Saluran air yang tersumbat dan ketidakmampuan drainase untuk menampung hujan lebat.Dampak: Jalanan tergenang cukup parah, mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga sekitar. Beberapa kendaraan kesulitan bergerak, dan aktivitas masyarakat terganggu.

Perumahan Jatayu, Kilometer 11. Ketinggian Genangan: Sedang hingga tinggi, genangan merendam jalan dan rumah-rumah penduduk.Penyebab: Saluran drainase yang tidak mampu menampung air hujan yang cukup deras dalam waktu singkat.Dampak: Banjir menyebabkan gangguan pada aktivitas warga, dengan air merendam jalan dan beberapa rumah.

Perumahan Taman Seraya, Batu 10 Tanjungpinang. Ketinggian Genangan: Sedang hingga tinggi, dengan beberapa area tergenang lebih dalam.Penyebab: Drainase yang tidak memadai untuk menampung volume air yang sangat besar akibat curah hujan tinggi.

Dampak: Banjir menggenangi jalan dan beberapa rumah (se dada orng dewasa ), mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sabtu 11 Januari 2025, hujan masih mengguyur Kota Tanjungpinang, namun intensitasnya tidak setinggi pada Jumat 10 Januari 2025.(rul)