
Zonakepri.com – Beberapa siswa di Sekolah Rakyat Tanjungpinang dikabarkan mengundurkan diri dari program pendidikan tersebut.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menjelaskan bahwa alasan utama mundurnya para siswa bukan karena masalah sekolah, melainkan karena keengganan orang tua untuk berpisah dengan anak-anak mereka.
“Sebagian anaknya sebenarnya ingin tetap sekolah, tapi orang tuanya yang ngotot mengambil pulang. Ada juga yang sampai marah-marah dan menjemput anaknya langsung ke lokasi,” ujar Lis Darmansyah.
Menurutnya, aturan di Sekolah Rakyat mengharuskan para siswa tinggal di asrama selama masa pendidikan. Namun, hal ini justru menjadi tantangan bagi sebagian orang tua yang belum siap melepas anak mereka untuk belajar secara mandiri.
“Persoalannya sederhana, orang tua tak bisa berpisah dengan anak. Padahal, anak-anak ini sudah mulai nyaman belajar dan beradaptasi,” tambahnya.
Lis juga mengungkapkan, sebagian siswa yang masuk ke Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang sudah lama putus sekolah. Karena terbiasa hidup bebas di luar lingkungan pendidikan formal, proses pembentukan karakter mereka menjadi tantangan tersendiri.
“Misalnya saja soal kebiasaan merokok. Mereka sudah terbiasa bergaul dengan orang dewasa, jadi butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan aturan sekolah,” jelasnya,11 November 2025.
Meski ada beberapa siswa yang keluar, Lis memastikan jumlah peserta akan segera kembali normal. Pemerintah telah membuka rekrutmen baru dan saat ini sebanyak 13 calon siswa baru sedang dalam proses verifikasi.
“Yang daftar banyak, tapi kita tetap lakukan verifikasi sesuai syarat yang berlaku,” pungkas Lis Darmansyah.(Ki)












