
Tanjungpinang,Zonakepri-Perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri menunjukkan adanya pengurangan kasus aktif sejak beberapa hari lalu hingga sekarang.
Meski sempat mengalami lonjakan kasus konfirmasi harian, namun jumlahnya lebih rendah dibandingkan penambahan kasus sembuh Covid-19 harian. Hal ini berdampak kasus aktif di Provinsi Kepri yang menjalani perawatan dan isolasi terus menurun.
Berdasarkan Data infografis perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri, jumlah kasus aktif Covid-19 pada 25 Maret 2022 berjumlah 562 orang telah menurun dibandingkan 24 Maret 2022 sebanyak 637 orang.
Sebaran kasus aktif Covid-19 pada 25 Maret 2022 dengan jumlah 562 orang meliputi Kota Batam 47 orang, Kota Tanjungpinang 199 orang, Kabupaten Bintan 142 orang, Kabupaten Karimun 101 orang, Kabupaten Anambas 16 orang, Kabupaten Lingga 17 orang dan Kabupaten Natuna 40 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri M Bisri menyebutkan kasus aktif Covid-19 di Provinsi Kepri menurun setiap hari, disebabkan jumlah pasien yang sembuh Covid-19 meningkat meskipun masih ada penambahan kasus konfirmasi harian. Namun jumlah kasus sembuh melebihi penambahan kasus konfirmasi harian. “Kasus aktif terus menurun disebabkan kasus sembuh terus meningkat yang jumlahnya melebihi penambahan kasus konfirmasi harian. Disamping itu, capaian vaksinasi di Provinsi Kepri sudah tinggi,”sebut M Bisri.
Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau Drs Eko Sumbaryadi dalam keterangan infografis perkembangan Covid-19 di Provinsi Kepri pada 25 Maret 2022 menyebutkan total kasus konfirmasi mencapai 64.734 orang,Kasus Aktif 562 orang atau 0,87%, kasus sembuh 62.290 orang atau 96,22%,meninggal 1.882 atau 2,91%.
Terdapat penambahan kasus konfirmasi sebanyak 42 orang, dengan rincian
6 orang di Kota Batam, 22 orang di Kota Tanjungpinang, 5 orang di Kabupaten Bintan, 8 orang di Kabupaten Karimun, 1 orang di Kabupaten Anambas. Dan terdapat 1 orang meninggal dunia di Kota Tanjungpinang.
Sementara itu, terdapat 116 orang sembuh Covid-19 terdiri dari 15 orang di Kota Batam,38 orang di Kota Tanjungpinang, 25 orang di Kabupaten Bintan,20 orang di Kabupaten Karimun,4 orang di Kabupaten Anambas
3 orang di Kabupaten Lingga, 11 orang di Kabupaten Natuna. (rul)









