Tanjungpinang

Tambah 3 Pasien Positif Covid-19 Klaster Kasus 13

×

Tambah 3 Pasien Positif Covid-19 Klaster Kasus 13

Sebarkan artikel ini
Plt Walikota Tanjungpinang Rahma SIp

Tanjungpinang,Zonakepri-Plt.Walikota Tanjungpinang Rahma SIP menyebutkan ada penambahan 3 warga Tanjungpinang yang terkonfirmasi positif COVID-19, dengan Nomor urut 24, 25 dan 26 pada Sabtu 2 Mei 2020.

Disebutkan Rahma, sebagaimana hasil pemeriksaan swab dengan metode PCR yang baru diterima dari BTKL PP Batam, bahwa hasil ini merupakan upaya lanjutan kegiatan tracing kontak erat kasus konfirmasi nomor 13 yakni Walikota Tanjungpinang Syahrul yang telah meninggal akibat terjangkit Covid-19 pada Selasa 28 April 2020 kemarin.

Ketiga warga yang terkonfirmasi positif tersebut yakni pertama AN, laki-laki, umur 12 tahun beralamat di Kelurahan Batu Sembilan, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Pasien sebelumnya pernah kontak erat dengan kasus No.13 dan merupakan klaster dari keluarga.

Pasien merupakan teman sepermainan cucu Walikota nomor kasus 21. Terkonfirmasi tidak mengalami keluhan kesehatan sama sekali dan dikatagorikan sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG),

Namun karena yang bersangkutan merupakan kontak erat dari kasus No.13 dan No. 21 maka dilakukan pengambilan swab dan dilakukan pemeriksaan PCR, kemudian hasil pemeriksaan keluar pada tanggal 1 Mei 2020 dan dinyatakan Tn. AN Umur 12 tahun “Positif”“Covid-19.

Tambahan pasien positif kedua yakni AP, laki-laki, umur 24 tahun beralamat di Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Bukit Bestari. Pasien adalah kontak erat dengan kasus No.13 dan merupakan ajudan dari nomor kasus 13 .

Terkonfirmasi pernah mengalami demam dan telah dilakukan pemeriksaan PCR pertama dengan hasil “negative”, kemudian dilakukan pemeriksaan ulang pengambilan swab dan dilakukan pemeriksaan PCR, kemudian hasil pemeriksaan keluar pada tanggal 1 Mei 2020 dan dinyatakan AP Umur 24 th “Positif”“Covid-19.

Pasien positif ketiga AL, laki-laki, umur 45 tahun beralamat di Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Terkonfirmasi adalah warga Jakarta yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di salah satu Instansi Vertikal di Propinsi Kepulauan Riau.

AL pernah berpergian ke Jakarta dengan tujuan Kota Depok pada tanggal 3 April 2020 urusan kedinasan selama 3 hari.

Pada hari Kamis tanggal 30 April 2020, dilakukan pemeriksaan rapid test di instansi yang bersangkutan dan didapati hasil “Reaktif” dan di hari yang sama dilakukan pemeriksaan swab untuk dilakukan pemeriksaan PCR.

Hasil pemeriksaan keluar pada tanggal 1 Mei 2020 dan dinyatakan AL Umur 45 th “Positif”“Covid-19. Terkonfirmasi tidak ada mengalami keluhan sakit dan dikatagorikan sebagai kelompok OTG.

Dinas Kesehatan Pengandalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang melalui Tim Gerak Cepat Covid-19 telah melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat secara massif dan terkoordinir berdasarkan kaidah-kaidah penanggulangan wabah yang telah di tetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Dalam hal ini pengendalian Covid-19 telah dilaksanakan melalui upaya tracing penderita baik itu dari kontak primer maupun kontak sekunder dari terkonfirmasi. Upaya ini memberikan dampak yang signifikan dari penjaringan penderita Covid-19 di Kota Tanjungpinang, dimana 46,2% penderita yang terkonfirmasi Covid-19 adalah dari kelompok OTG.

Dengan besarnya penjaringan dari kelompok ini diharapkan penularan ditengah masyarakat dapat terkendali sehingga tidak menjadi ancaman.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang, Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena ikut mendukung pemerintah dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di kota kita yang tercinta ini. Dengan kerjasama Saudara semua kita berharap dapat melalui badai ini segera dan Kota Tanjungpinang terbebas dari Covid-19,”ungkap Rahma.

Untuk itu, Rahma menghimbau warga keluar rumah menggunakan masker, terapkan pola hidup sehat, cuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar, dan yang terpenting “Stay at Home” Jangan keluar rumah bila tidak benar-benar perlu atau terpaksa, kerja dari rumah, Ibadah dari rumah, semua dilakukan dari rumah. Memanfaatkan teknologi, menguatkan jejaring masyarakat, saling membantu dan saling mengingatkan di tengah masyarakat.

“Ingat masyarakat adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19,” tandasnya.