Tanjungpinang

Tiga Makna Rahma Meloncat Dari Partai Golkar Ke Nasdem

×

Tiga Makna Rahma Meloncat Dari Partai Golkar Ke Nasdem

Sebarkan artikel ini
Foto: Zamzami A Karim

Tanjungpinang,Zonakepri-Meloncatnya Rahma SIp dari Partai Golkar ke Partai Nasdem memberi makna dan arti tersendiri bagi pengamat perpolitikan di Tanjungpinang.

Salah satunya Zamzami A Karim memberikan makna meloncatnya Rahma yang saat ini duduk di kursi eksekutif menunjukkan  bahwa, pertama partai dianggap hanya sekedar kuda tunggangan yang bisa ditukar kapan saja untuk meraih kedudukan.

Makna kedua dari loncatan parpol tersebut memberi arti parpol sesungguhnya memang tidak punya ideologi pengikat loyalitas kader, akibatnya parpol bertindak pragmatis ketika mengusung calon dalam pilkada, yaitu mencari calon yang bisa mengumpulkan suara banyak dan yang bisa membiayai partai dan kampanye.

“Kader internal kurang dikedepankan, mungkin karena kurang populer di masyarakat,”sebutnya Sabtu 22 Februari 2020.

Makna ketiga dari loncatan parpol memberi arti kaderisasi di parpol tidak jalan.

“Setelah Rahma lompat ke Nasdem, mungkin dalam waktu dekat akan ada lagi yang lompat…Sebelum loncatan ini, Rahma memang sudah lompat dari PDIP ke Golkar dan sekarang lompat lagi ke Nasdem,”ujarnya.

Menurut Zamzami, beberapa kepala daerah juga begitu, misalnya Rudi (Wako Batam) lompat dari PKB ke Demokrat dan sekarang di Nasdem.

Sehingga fenomena kepala daerah lompat parpol akan mewarnai politik Kepri menjelang Pilkada serentak 2020 nanti dan akan terus sampai Pemilu 2024.

Terkait dengan jabatannya sebagai wawako Tanjungpinang, Zamzami menilai ya tetap aman selagi tidak ada alasan yang kuat untuk memberhentikan.

“Pindah partai nggak bisa jadi dasar memberhentikan dari jabatan wawako, paling banter dukungan di DPRD akan berkurang, artinya koalisi pendukung Pasangan Syahrul- Rahma akan ditinggalkan Golkar,”paparnya.(red)