
Zonakepri.com – Aksi pencurian kembali terjadi di Perumahan Taman Harapan Indah, Kilometer 9, Tanjungpinang.
Kali ini, tiga unit meteran air milik warga di Blok H raib digondol pencuri pada Minggu dini hari (20/7/2025).
Salah satu warga yang menjadi korban, Fauzan, mengungkapkan pencurian itu pertama kali diketahui oleh Ketua RT setempat saat hendak menunaikan salat subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
“Yang tahu pertama kali Pak RT, pas mau subuh,” ujar Fauzan ketika ditemui di lokasi kejadian, Selasa (22/7/2025).
Usai mendapat kabar tersebut, Fauzan langsung memeriksa rekaman CCTV miliknya. Terlihat dua orang pemuda mengendarai sepeda motor dan dengan leluasa mencabut meteran air dari jalur pipa rumah warga.
Meski belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian, Fauzan sudah melapor ke pihak PDAM terkait aliran air yang terputus sejak kejadian.
“Air nggak ngalir ke rumah. Kita juga sudah lapor orang PDAM,” ungkapnya.
Ketua RT 02 Kelurahan Air Raja, Eko Naryono, menyatakan aksi pencurian seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayahnya. Menurutnya, kejadian serupa sudah sering dialami oleh warga.
“Ini udah kesekian kalinya wilayah kami jadi sasaran maling,” ucap Eko.
Eko menyampaikan, meski proses administrasi penggantian meteran ke PDAM telah dilakukan, namun hingga kini perangkat pengganti belum tersedia.
“Harapan kami segera ditindaklanjuti karena air sangat dibutuhkan warga,” tambahnya.
Eko juga merasa heran, mengingat meteran air tidak memiliki nilai komersial tinggi. Ia menduga ada pihak tertentu yang memang memesan barang tersebut.
“Takutnya ini ada yang memang pesan. Karena tidak mungkin orang curi tanpa alasan jelas,” katanya.
Aksi pencurian ini dilakukan secara beruntun. Setelah mencabut dua unit meteran di satu titik, pelaku bergerak ke area lain di lingkungan RT sebelah dan mengambil satu lagi. Total tiga unit meteran lenyap.
Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp990 ribu, dengan harga satu meteran air sekitar Rp330 ribu.
“Kami yang jualan jelas sangat terganggu. Air itu kebutuhan utama,” tegas Eko.
Dalam waktu dekat, Eko menyatakan akan segera melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian agar pelaku bisa segera ditindak dan kejadian serupa tak terulang lagi.
“Dalan waktu dekat akan buat laporan ke kepolisian,” pungkasnya. (Ki)






