Tanjungpinang,Zonakepri – Dalam rangkaian fenomena alam Gerhana Matahari Cincin yang merupakan fenomena langka yang terjadi pada tanggal 26 Desember mendatang, Bappelitbang Kota Tanjungpinang menggelar Seminar Astronomi dengan tema “Bumi-Bulan-Matahari”Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Aisyah Sulaiman, Senin (23/12).
Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd membuka secara resmi kegiatan seminar dan menurutnya, astronomi merupakan ilmu pengetahuan benda-benda langit, salah satunya adalah fenomena alam tentang benda langit tersebut adalah gerhana matahari cincin. Fenomena ini merupakan sebuah momentum daya tarik wisata yang harus dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Berbagai kegiatan acara telah dipersiapkan dan difasilitasi oleh Pemko Tanjungpinang dalam menyukseskan penyambutan peristiwa gerhana matahari cincin,” ungkap Syahrul.
Lanjutnya, Tanjungpinang khususnya di Pulau Penyengat memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perbintangan Melayu. Para cendekiawan di Pulau Penyengat pada abad ke-19 telah menulis berbagai buku yang memperlihatkan pemahaman dan interpretasi mereka terhadap perbintangan dan benda-benda di langit. Penggunaan tentang astronomi sudah familiar di bumi Melayu dan sudah digunakan boleh masyarakat nelayan sebagai panduan dan pedoman untuk melihat arah angin dan cuaca sebelum melaut.
“Dengan adanya kegiatan seminar astronomi ini diharapkan akan semakin menumbuhkan kepedulian dan peningkatan pengetahuan tentang astronomi, hal ini memberikan manfaat yang sangat besar dalam kehidupan, diantaranya tentang penentuan tanggal dan lain sebagainya, termasuk juga menentukan bulan puasa dan hari raya,” lanjut Syahrul.
Diakhir sambutannya, Syahrul mengucapkan terimakasih kepada Lembaga Observatorium Bosscha dari Institut Teknologi Bandung yang telah mempercayai Kota Tanjungpinang sebagai pusat observasi atau pengamatan Gerhana Matahari Cincin. “Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, saya ucapkan terima kasih kepada Lembaga Observatorium Bosscha yang telah memberikan kepercayaan kepada Kota Tanjungpinang untuk menjadi tuan rumah dan pusat pengamatan terhadap fenomena alam Gerhana Matahari Cincin, untuk itu saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk bersama-sama mengamati fenomena alam yang terjadi sekitar setiap 350 tahun sekali yang dilaksanakan berbagai acara di Pulau Penyengat dan Laman Bunda Tepi Laut,” pungkasnya.
Dalam seminar tersebut, menghadirkan narasumber yang berasal dari Pulau Penyengat yaitu Raja Malik Hafrizal dan Dra. Hj. Raja Suzanna Fitri, M.Pd, keduanya merupakan budayawan lokal yang memahami tentang sejarah ilmu Falak atau ilmu perbintangan yang tercantum dalam kitab-kitab kuno masa kerajaan Riau Lingga.(hum)






