
Tanjungpinang,Zonakepri-Walikota Tanjungpinang yang juga selaku ketua Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Tanjungpinang meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta mematuhi kebijakan dan himbauan pemerintah terkait antisipasi penyebaran Covid-19.
Himbaun tersebut diantaranya menghindari kerumunan, lebih banyak berada di rumah, selalu memakai masker ketika keluar rumah, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, beraktifitas fisik yang cukup, menerapkan cuci tangan yang benar, menjaga kebersihan dan beretika batuk yang benar serta senantisa melaksanakan physical distancing dan social distancing.
Hal ini menindaklanjuti adanya tambahan kasus positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang pada Kamis 9 April 2020.
Disebutkannya pada Pukul 23.00 Wib tadi malam (Rabu, 8 April 2020) diterima informasi bahwa hasil pemeriksaan swab melalui metode Real Time PCR dikonfirmasikan 6 kasus positif, yang terdiri dari 2 sampel yang berasal dari Pasien Dalam Pengawasan(PDP) di RSUD Raja Ahmad Thabib dan 4 sampel yang berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini menjalani pembatasan kontak di Rumah Singgah RSUD Raja Ahmad Thabib.
Menurutnya, jumlah kasus positif covid-19 sampai dengan Rabu kemarin (8/4) adalah 4 kasus , 1 diantaranya telah sembuh dan 3 masih dalam perawatan, ODP sebanyak 154 orang, selesai pemantauan 98 orang dan dalam proses pemantauan 56 orang. Sedangkan PDP sebanyak 35 orang, 17 selesai pemantauan dan 18 dalam pemantauan.
“Kondisi pasien dalam pengawasan yang dinyatakan positif saat ini menurut informasi rumah sakit, baik dan stabil. Sedangkan kondisi orang tanpa gejala yang menjalani pembatasan kontak, untuk sementara ini, dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak ada gejala demam, batuk maupun sesak nafas,”sebutnya.
Tercatat jumlah PDP yang meninggal sebanyak 2 orang, seorang diantaranya telah dikonfirmasi bukan kasus Covid-19. Sedangkan jumlah test antibodi yang telah dilakukan sebanyak 277 sampel, 8 diantaranya reaktif. Dari 8 sampel yang reaktif, 3 sampel berasal dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sedangkan 5 sampel berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG).
Dari kondisi tersebut, maka akan lebih diintensifkan kembali penelusuran terhadap seluruh kontak primer dan sekunder guna memastikan tidak adanya penularan lebih lanjut kepada yang lain.
Menurutnya, terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) yang positif akan dilanjutkan proses pengobatannya sampai dinyatakan sembuh. Sedangkan terhadap OTG yang positif akan dilanjutkan pembatasan kontaknya sampai diperoleh hasil pemeriksaan swab negatif berdasarkan metode Real Time PCR.(red)






