AdvertorialKepulauan Riau

2023, Revitalisasi Kota Lama Tanjungpinang Dilanjutkan Untuk Jalan Teuku Umar Hingga Gereja 

×

2023, Revitalisasi Kota Lama Tanjungpinang Dilanjutkan Untuk Jalan Teuku Umar Hingga Gereja 

Sebarkan artikel ini
Kawasan Kota lama di Jalan Merdeka yang dipoles pada kepemimpinan Gubernur Ansar

Tanjungpinang, Zonakepri-Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menegaskan pelaksanaan revitalisasi kota lama Tanjungpinang dilanjutkan pada tahun 2023 ini. Usai pelaksanaan revitalisasi tahun 2022.

Gubernur Ansar mengaku masyarakat luar daerah selama ini masih belum mengenal Kota Tanjungpinang sebagai ibu Kota di Provinsi Kepri. Bahkan mereka lebih mengenal Kota Batam dan Bintan dibandingkan Tanjungpinang. “Saat mengenalkan diri dengan mereka dari luar daerah disangkakan Pangkal Pinang, bukan Tanjungpinang. Padahal, Kota Tanjungpinang adalah ibu kota Provinsi Kepri, ” ungkap Gubernur Ansar saat perayaan Imlek 2574 belum lama ini.

Untuk itu, Kota Tanjungpinang mendapat perhatian khusus dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kucuran anggaran lebih besar dibandingkan kabupaten kota yang lain untuk memoles Kota Tanjungpinang.

Bahkan event event juga digelar untuk menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai kota wisata dan budaya. Juga sebagai kota kecil yang indah, dirindukan dan dikenal masyarakat luas, tidak hanya dalam negeri tapi juga manca negara.

Anggaran besar tersebut salah satunya terfokus untuk revitalisasi kota lama Tanjungpinang pada tahun 2022 yang dipoles sedemikian rupa mulai dari pengecatan ruko ruko di Jalan Merdeka, kawasan Pasar Baru Tanjungpinang. Lampu lampu hias, kawasan di depan ruko, median jalan dan lainnya untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Kota Tanjungpinang.

Penataan kawasan Kota lama tersebut akan dilanjutkan kembali pada tahun 2023. “Tahun ini dilanjutkan dengan penataan Jalan Teuku Umar hingga simpang lampu merah termasuk gereja yang menjadi peninggalan warisan budaya,” terangnya.

Selain jalan Teuku Umar, juga dilanjutkan pelaksanan revitalisasi Pulau Penyengat tahun 2023 ini. Ada kucuran dana sebesar Rp43 miliar untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata religius. Setelah sebelumnya mendapat kucuran dana dari Islamic Development Bank sebesar Rp15 miliar.

“Adanya kucuran dana untuk revitalisasi Pulau Penyengat tahun 2023, akan dilakukan berbagai pembangunan diantaranya jalan jalan akan dilebarkan. (rul)