Zonakepri.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini telah berjalan di sekolah sekolah ada yang dihentikan distribusinya akibat belum ada pencairan dana untuk dapur SPPG.
Salah satu sekolah yang terdampak belum adanya pencairan dana SPPG tersebut yakni SDN 002 Nongsa Batu Besar Kota Batam.
Melalui grup WA wali murid dengan jajaran sekolah, telah diinformasikan bahwa Senin 8 Juni 2026 untuk distribusi MBG berhenti untuk sementara.
Andi Rahman, Wali Murid SDN 002 Nongsa Batu Besar Kota Batam mengatakan berdasarkan informasi yang disebarkan di grup sekolah, mengkonfirmasikan kepada wali murid bahwa besok, 8 Juni 2026 distribusi MBG tidak berjalan seperti biasa karena terkendala soal pencairan dana yang belum turun hingga saat ini.
Terhentinya MBG di sekolah tersebut, juga tidak bisa diprediksi sampai kapan tidak didistribusikan.
Wali Murid juga diminta untuk menyiapkan bekal makanan untuk anak didik ke sekolah. Mengingat selama ini anak didik sudah terbiasa menerima MBG di sekolah.
“Mohon di informasikan ke pada Siswa / Wali Murid agar mereka bisa membawa bekal dari rumah,”demikian pesan dari grup WA yang diterima Andi, Minggu 7 Juni 2026.
Dalam grup WA juga disebutkan, berhentinya distribusi MBG hingga kapan juga belum disampaikan secara pasti. “Kami tidak bisa prediksi kan sampai kapan MBG tidak di distribusikan, Jika ada info terbaru kami akan memberi informasi lanjutannya kepada Bapak Ibu,”demikian pesan yang diterima di grup WA.
Andi mengatakan, pihaknya menerima informasi terhentinya MBG di sekolah SDN 002 Nongsa Batu Besar Kota Batam dengan berbagai asumsi, ada apa? Mengapa? Apakah ada kaitan dengan ditangkapnya kepala BGN Dadan Hidayana? Dan berbagai asumsi pikiran lainnya.
Namun selaku wali murid, Andi senantiasa mengecek kondisi MBG yang diterima anaknya di sekolah. “Sebetulnya, MBG yang diberikan untuk anak perlu perbaikan gizi. Kadang anak diberikan ayam goreng yang terasa keras untuk dikunyah. Kadang terima makanan yang kandungan gizi sekitar 20 an persen,”ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Provinsi Kepri yang juga Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dikonfirmasi terkait persoalan ini belum memberikan tanggapan ketika dihubungi melalui seluler. (rul)








