
Tanjungpinang,Zonakepri-Berbagai persoalan tengah dihadapi Direksi kepengurusan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kota Tanjungpinang dibawah naungan PT Tanjungpinang Makmur Bersama, setelah dilantik oleh Walikota Tanjungpinang Syahrul Beberapa waktu lalu.
Persoalan yang dihadapi Direksi baru dengan Direktur Utama Fahmi dan Direktur Irwandi. ,seperti mengurai benang kusut,karena menurut Fahmi, banyak kebocoran kebocoran yang terjadi pada BUMD sebelum dirinya menjabat Direktur Utama PT.Tanjungpinang Makmur Bersama.
Salah satu persoalan tersebut,tumpang tindih penyewaan kios untuk berjualan pedagang yang dikelola BUMD.Banyak kios yang sudah di sewa kelihatan kosong tidak ada aktivitas,selain itu kios yang sudah disewakan BUMD kepada pihak kedua disewakan kembali ke pihak ketiga dengan harga sewa yang lebih tinggi oleh pihak kedua untuk mencari keuntungan.
Fahmi Direktur Utama BUMD Kota Tanjungpinang yang baru dilantik menyebutkan, pihaknya akan membenahi tumpang tindih penyewaan kios dan kedepannya bila kios yang ada pemiliknya kedapatan kosong / tidak berjualan kita akan berikan peringatan.
“Ada 40 Kios kosong namun penyewanya tidak ada yang berjualan. Sehingga pemasukan BUMD tidak ada karena gak bisa munggut iuran,”sebut Fahmi saat ngopi cantek bersama jurnalis di kedai kopi tepi laut Jalan Teluk Keriting Tanjungpinang, Selasa 5 November 2019.
Dirinya menambahkan,akan memberikan peringatan kepada penyewa pertama agar tempat yang disewa tersebut,digunakan untuk berjualan jangan kosong.
“bila tidak diindahkan hingga peringatan tiga kali maka kita akan putuskan kontrak dan seandainya disewakan kita akan berikan kios kepada penyewa terakhir”, sebutnya.
Fahmi juga mengatakan,untuk mendukung visi Misi Walikota menjadikan Tanjungpinang lebih baik, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan assesment pembenahan didalam BUMD,jika disetujui oleh walikota Tanjungpinang sebagai pemilik saham.
“Assesment dilakukan untuk menempatkan pegawai yang bekerja di BUMD sesuai dengan bidang yang tepat”,tutupnya.(red)






