Tanjungpinang

Distributor Migor Curah Di Tanjungpinang Belum Ada, Migor Curah Langka Di Pasaran

×

Distributor Migor Curah Di Tanjungpinang Belum Ada, Migor Curah Langka Di Pasaran

Sebarkan artikel ini
Stok migor kemasan saja yang ada di swalayan

Tanjungpinang,zonakepri-Sejak Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng (migor) curah sebesar Rp14 ribu per liter, dan mencabut HET Migor Kemasan pada 16 Maret 2022, telah memberi dampak migor kemasan langka di Tanjungpinang.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan terbaru  melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag)  Republik Indonesia (RI) nomor  11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Curah.

Ketentuan ini mengatur HET minyak goreng curah sebesar Rp14 ribu per liter. Peraturan ini  sekaligus mencabut Peraturan Menteri Perdagangan nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng sawit yang mengatur tentang HET minyak goreng baik curah maupun kemasan.

Dengan demikian berdasarkan Permendag yang terbaru ini hanya minyak goreng curah saja yang diatur berdasarkan HET, sementara untuk minyak goreng kemasan, baik kemasan sederhana maupun premium, berlaku sesuai harga keekonomian (harga pasar).

Swalayan, supermarket, kedai sembako maupun toko sembako mengalami kekosongan migor curah sejak aturan HET Migor Curah diterbitkan. Bahkan hingga Senin 28 Maret 2022, keberadaan migor curah belum ditemui di pasaran.

Muhammad Endi Febri Kabid Stabilisasi Harga Disperindag Kota Tanjungpinang mengatakan untuk distributor migor curah di Tanjungpinang saat ini memang belum ada.. namun sudah dalam proses pengusaha yang mau menjadi distributor migor curah.

Menurutnya, akibat belum adanya distributor migor curah di Tanjungpinang, maka jika ada yang menjual migor curah pasti dengan harga diatas HET. Dengan kisaran antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter. Hal ini disebabkan, untuk mendapatkan migor curah mendatangkan dari Kota Batam. “Saat ini produsen maupun distributor migor curah ada di Kota Batam. Untuk Tanjungpinang belum ada,”sebutnya ditemui Senin 28 Maret 2022.

Yusuf salah satu pedagang di pasar tradisional Tanjungpinang mengatakan sudah sejak dua minggu ini dirinya tidak menjual minyak goreng curah dikarenakan sulit didapat.
“Kalau pun ada harganya bukan bukan harga biasa yang dijual 14 ribu perkilo,tapi dengan harga 20 hingga 25 ribu perkilonya.

Sementara itu, Dedi pedagang gorengan yang sudah 13 tahun menjalani usahanya ini juga mengeluhkan dengan kelangkaan migor curah dipasaran

“Karena harga kemasan mahal saya ganti minyak goreng curah.Namun dari pagi saya mencari tidak mendapatkannya.

Dedi terpaksa menggunakan migor kemasan karena migor curah langka dipasaran. (rul)