
Tanjungpinang,Zonakepri-Pedagang Akau Potong lembu merasa senang atas hasil revitalisasi pembangunan Akau Potong Lembu. Terlihat modern dan tertata rapi gerobak pedagang maupun kursi duduk pengunjung juga atap maupun lantai.
Pengoperasian Akau Potong Lembu pun sudah dilaksanakan pada Minggu, 24 Desember 2023. Namun sayangnya, pedagang kurang puas terhadap gerobak jualan.
“Jika hujan, penjual pasti kehujanan dan kompor maupun alat masak pasti kena hujan,”sebut Sartia yang telah berjualan ikan bakar dan sejenisnya selama 9 tahun di Akau Potong Lembu pada 25 Desember 2023.
Menurut Sartia, gerobak jualan yang diberikan bagi seluruh pedagang memiliki bentuk sama dan bagus, namun sayang tidak ada atap bagi penjual yang berdiri di belakang gerobak beserta alat masaknya.
“Kalau hujan, pasti angkat angkat barang dan pindah sementara berteduh,”ungkap Sartia yang mengaku penghasilan paling sepi pembeli sekitar Rp500 ribu dan paling ramai mencapai omzet Rp7 juta saat puasa, lebaran maupun perayaan Imlek.
Selain tidak ada atap bagi penjual, Jarak antara gerobak yang satu dengan yang lain kurang lebar. Sehingga jika keluar untuk mengantarkan makanan ke pembeli harus berjalan memiringkan badan.
Sartia juga mengeluhkan tempat cuci piring bagi penjual hanya tersedia dua tempat saja. Dibandingkan sebelum direvitalisasi, setiap pedagang bisa mencuci di tempat masing masing. Sehingga mudah dan cepat dalam bekerja.
Sementara itu, salah seorang pedagang sempat berkomentar, “kalau hujan banjir”, saat peresmian operasional Akau Potong lembu yang dihadiri Gubernur Ansar, Pj Wako DPRD Kepri, DPRD Tanjungpinang dan FKPD, OPD, pada 24 Desember 2023.
Menanggapi keluhan pedagang, Gubernur Ansar saat memberikan sambutan meminta kepada pihak terkait baik Pemko Tanjungpinang maupun PT Tanjungpinang Makmur Bersama untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi pedagang. “Banjir yang mana saat hujan, tolong ditanggapi dan dicarikan solusi,”sebut Gubernur Ansar. (rul)












