Zonakepri.com – Program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya di Facebook.
Perbincangan tersebut muncul setelah beredarnya informasi mengenai menu kering yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat program tersebut.
Program yang merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ini tetap berjalan selama bulan Ramadan dengan penyesuaian menu.
Jika pada hari biasa menu yang diberikan berupa makanan siap santap, maka selama Ramadan menu diganti menjadi menu kering yang dapat disimpan dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Menu kering yang dibagikan kepada para siswa di antaranya roti, susu, kurma, kue bolu, buah-buahan, serta beberapa jenis makanan ringan lainnya.
Menanggapi polemik yang berkembang di masyarakat, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan lebih baik ke depannya.
Ansar menjelaskan bahwa sebelumnya Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut akan terus dievaluasi.
“Ya, kan kemarin sudah ada statement dari Ketua BGN bahwa akan dievaluasi. Kita berharap mana-mana yang masih kurang bisa diperbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG merupakan program yang sedang berjalan sehingga proses penyempurnaan akan terus dilakukan dari waktu ke waktu.
“Ini kan program yang sedang berjalan, jadi sambil berjalan tentu akan terus disempurnakan. Dari waktu ke waktu kita perbaiki agar pelaksanaannya semakin baik,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus memantau pelaksanaan program tersebut di daerah.
Ansar mengaku telah meminta laporan secara berkala dari pihak terkait guna memastikan distribusi dan kualitas menu yang diberikan kepada para siswa.
Terkait adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendapat teguran, Ansar mengatakan akan mengecek langsung informasi tersebut kepada pihak yang menangani program di lapangan.
“Nanti saya cek dulu dengan Bu Rika karena ini memang urusan beliau. Termasuk juga dengan Pak Wakil Gubernur,” pungkasnya.(Ki)












