
Zonakepri.com– Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menggelar Semarak Idulfitri 2025 dan Bazar UMKM di Jalan Merdeka, Kota Lama Tanjungpinang, Sabtu (26/4) malam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan daya tarik pariwisata di kawasan Kota Tua, mendorong perkembangan UMKM lokal, dan sekaligus menumbuhkan perekonomian Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyatakan, bahwa saat ini Tanjungpinang membutuhkan berbagai inovasi untuk meningkatkan sektor perekonomian.
“Pertumbuhan ekonomi kita saat ini cukup memprihatinkan, hanya sebesar 3,76 persen. Ini menunjukkan bahwa masih banyak inovasi yang perlu kita dorong untuk menggerakkan kembali sektor ekonomi di Kota Tanjungpinang,” ujar Lis.
Ia melanjutkan, bahwa puncak pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang tercatat pada tahun 2017, dengan angka 7,98 persen. Capaian tersebut menjadikan Tanjungpinang sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di luar Pulau Jawa dan ketiga tertinggi secara nasional.
Namun, dalam 2 hingga 3 tahun terakhir, sektor ekonomi Tanjungpinang mengalami pelemahan. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan Pemko Tanjungpinang menjadi sangat penting untuk mendorong sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
“Malam ini, kita bisa melihat bazar UMKM yang luar biasa. Jika kegiatan seperti ini terus dikembangkan, akan sangat membantu memperbaiki ketimpangan pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Kota Lama yang saat ini masih tertinggal dibandingkan wilayah timur,” jelasnya.
Menurut Lis, rendahnya daya beli masyarakat bukan karena ketidakmampuan, melainkan akibat kurangnya geliat ekonomi yang dapat memicu konsumsi masyarakat.
“Saya baru 37 hari melaksanakan tugas sebagai Wali Kota, tentu banyak persoalan yang harus kita benahi untuk mengembalikan Tanjungpinang sebagai pusat perdagangan, pusat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.
Ia berharap, melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri, berbagai program inovatif dapat muncul untuk mendukung pengembangan UMKM. Pemko Tanjungpinang sendiri telah melakukan perbaikan terhadap struktur APBD untuk melahirkan program-program terobosan yang dapat meningkatkan sektor UMKM dan pelaku usaha kecil di tingkat lokal.
“Tujuannya agar produk-produk UMKM tidak hanya berputar di Tanjungpinang, tetapi juga mampu menembus pasar di luar daerah,” ujar Lis.
Lis juga berharap sektor ekonomi kembali gerak kedepannya.
“Mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan, setelah struktur APBD diperbaiki, kita bisa mulai lebih aktif menggerakkan sektor ekonomi. Mari kita cintai Tanjungpinang. Kalau bukan kita yang menghidupkan kota ini, siapa lagi?” tutur Lis.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, yang hadir mewakili Gubernur Ansar Ahmad, mengapresiasi Dinas Pariwisata Kepri yang telah merangkul para pelaku UMKM dalam pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Saya mengapresiasi masyarakat, khususnya para pegiat UMKM, yang telah menjaga dan merawat aset di Kota Lama ini agar tetap bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Riki.
Ia menambahkan, membangun Tanjungpinang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurutnya, tidak mungkin pembangunan dapat berjalan maksimal jika hanya dilakukan sendiri tanpa dukungan bersama.
“Tentu kita memahami bahwa PR Wali Kota Tanjungpinang tidak hanya di sini saja. Masih banyak simpul-simpul yang harus terus dirapikan dan dibenahi agar dapat dimanfaatkan lebih baik lagi,” tambahnya.
Meskipun saat ini kondisi efisiensi, lanjutnya, program Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran tetap memberikan kesempatan bagi perkembangan para pelaku UMKM.
Program Asta Cita ini hanya diberikan kepada tujuh provinsi dari 38 provinsi se-Indonesia, dan Kepri termasuk di antaranya. Sebanyak 3.800 pelatihan khusus akan diberikan oleh Menteri Koperasi dan UKM.
Untuk Tanjungpinang, sebagai ibu kota Kepri, ada 15 kelas pelatihan untuk 450 pelaku UMKM. Satu kelas berisi sekitar 30 orang, dan pelatihan ini akan dilaksanakan dengan memanfaatkan hotel-hotel yang ada di Tanjungpinang.
“Program ini akan dimulai pada bulan Mei. Kami terus memperjuangkan agar Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri mendapat prioritas,” jelasnya.
Riki berharap, program ini bisa menjadi oleh-oleh kecil dari Pemprov Kepri, karena memang Wali Kota Tanjungpinang juga memiliki jiwa entrepreneur yang kuat untuk membangun kreativitas dan semangat yang lebih besar lagi.
Sementara itu, Ketua Komunitas UMKM Kota Lama, Agus Rizal, melaporkan bahwa kegiatan bazar ini sudah rutin digelar setiap minggu selama lebih dari setahun, dengan melibatkan sekitar 90 tenant UMKM.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah provinsi dan kota. Dengan semangat kebersamaan ini, kami ingin Kota Lama menjadi destinasi wisata unggulan, tidak hanya untuk wisatawan lokal, tetapi juga mancanegara,” ujar Agus.
Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga kekayaan budaya, merawat keindahan Kota Lama, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama melalui sektor UMKM. (tc/Dinas Kominfo).












