Tanjungpinang

Bazar Imlek 2577 di Kota Lama Tanjungpinang Jadi Penggerak Perekonomian

×

Bazar Imlek 2577 di Kota Lama Tanjungpinang Jadi Penggerak Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Bazar Imlek di Kota Lama Tanjungpinang (F-Yuki Vegoiesta)

Zonakepri.com – Pelaksanaan Bazar UMKM di kawasan Kota lama  Tanjungpinang tepatnya Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, menghadirkan nuansa meriah menjelang ibadah agama Khonghucu sekaligus perayaan Tahun Baru Imlek 2577.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penguatan ekonomi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sejak mulai beroperasi, bazar tersebut tampak dipadati pengunjung, khususnya pada akhir pekan. Tingginya antusiasme masyarakat memberikan dampak positif bagi para pedagang, karena mampu mendongkrak omzet penjualan dibandingkan hari-hari biasa.

Marcel, salah satu pedagang UMKM minuman kopi dengan merek Kopi Way, menyampaikan bahwa kehadiran bazar sangat membantu perkembangan usahanya.

Ia mengungkapkan bahwa pada hari kerja jumlah pembeli relatif lebih sedikit, namun meningkat cukup tajam saat akhir pekan.

“Kalau hari biasa memang tidak terlalu ramai, tapi saat weekend penjualan bisa naik cukup banyak,” kata Marcel, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, pada hari biasa dirinya rata-rata menjual sekitar 50 hingga 60 gelas kopi. Sementara pada akhir pekan, penjualan dapat menembus angka 100 gelas atau bahkan lebih.

Menurutnya, bazar menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat luas.

Kopi Way menawarkan enam pilihan varian kopi, dengan menu kopi susu sebagai favorit pengunjung.

Selain minuman berbasis kopi, tersedia pula pilihan non-kopi seperti cokelat dan matcha yang banyak diminati, terutama oleh kalangan perempuan.

Marcel menilai, meskipun kondisi bazar cukup padat dan ramai, suasana tersebut justru menciptakan kesan hidup dan menyenangkan.

Ia berharap ke depannya penyelenggaraan bazar dapat semakin baik, baik dari sisi manajemen, fasilitas pendukung, penataan stan, maupun penyampaian informasi terkait jadwal dan jam operasional yang lebih jelas.

Di sisi lain, perwakilan panitia dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Alay Immanuel, menjelaskan bahwa durasi pelaksanaan Bazar Imlek tahun ini lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Bazar telah dimulai sejak 16 Januari dan akan berlangsung hingga 16 Februari 2026.

“Tahun ini bazar kami gelar sekitar satu bulan penuh. Hal ini dilakukan karena tingginya minat UMKM yang ingin ikut berpartisipasi,” ungkap Alay.

Ia menyebutkan, jumlah stan yang semula diperkirakan sekitar 500 unit terus bertambah seiring meningkatnya antusiasme pelaku usaha, hingga mencapai lebih dari 560 stan.

Bahkan, peserta bazar tidak hanya berasal dari Tanjungpinang, melainkan juga dari sejumlah daerah lain.

Alay menambahkan, tingkat keramaian bazar tahun ini dinilai lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, ditunjang oleh kondisi cuaca yang cukup bersahabat.

Ia juga menyampaikan bahwa puncak kegiatan akan dilaksanakan pada 16 Februari dalam rangka menyambut perayaan Imlek, yang kemudian dilanjutkan dengan hiburan pada 17 Februari.

“Melalui agenda tahunan ini, kami berharap kawasan Jalan Merdeka sebagai kawasan kota tua dapat semakin hidup. Selain itu, bazar ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi, membuka peluang kerja, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.(Ki)