Zonakepri.com – Barisan kendaraan yang mengantre bahan bakar solar kembali terlihat memanjang di SPBU Km 7 Kota Tanjungpinang.
Kepadatan tersebut mulai terjadi sejak pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, dengan antrean kendaraan sempat menjalar hingga ke sisi jalan.
Pengawas SPBU Km 7, Yogi, menilai situasi tersebut masih dalam kategori wajar. Ia menyampaikan bahwa antrean didominasi oleh kendaraan angkutan barang serta mobil pengangkut air bersih yang memang rutin melakukan pengisian solar.
“Kondisinya masih normal. Kalau benar-benar padat, antrean bisa sampai ke tikungan lampu merah. Ini belum sampai ke tahap itu,” ujarnya, Kamis (29/1/2026).
Yogi juga memastikan pasokan solar di SPBU Km 7 tetap mencukupi. Setiap hari, SPBU menerima sekitar 8 ton solar dan jumlah tersebut selalu tersalurkan habis tanpa adanya pengurangan kuota.
“Setiap hari masuk sekitar 8 ton dan habis pada hari yang sama. Pasokan aman dan tidak ada pengurangan,” jelasnya.
Hal serupa juga terjadi di SPBU Km 8 yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah.
Pengawas SPBU Km 8, Rizki, mengatakan antrean muncul akibat meningkatnya jumlah truk pengangkut tanah serta kendaraan pengangkut air bersih yang mengisi solar.
“Banyak mobil air karena sedang menyalurkan air, ditambah kendaraan pengangkut barang,” katanya.
Rizki menjelaskan, antrean di SPBU Km 8 sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Namun, kondisi berangsur normal seiring berjalannya waktu, dan antrean mulai berkurang hingga menjelang siang hari.
“Sekarang sudah relatif sepi. Untuk hari ini, stok solar sudah habis dan pengiriman selanjutnya dijadwalkan masuk sore nanti,” tuturnya.
Meski sempat terjadi antrean di sejumlah SPBU, pihak pengelola memastikan distribusi solar di Tanjungpinang tetap berjalan lancar dan pasokan masih sesuai dengan kebutuhan harian masyarakat.(Ki)






