Zonakepri.com – Keterbatasan pasokan ayam potong yang terjadi di pasaran disebabkan oleh masa jeda produksi pada sektor peternakan.
Pemerintah Tanjungpinang memastikan kondisi tersebut bukan akibat adanya praktik penimbunan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan, hasil rapat koordinasi antara pemerintah daerah, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa Group), serta asosiasi peternak setempat menunjukkan bahwa sebagian besar ayam ternak saat ini masih berada dalam fase pertumbuhan.
Akibatnya, ternak tersebut belum dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Kondisi ini murni karena siklus alami peternakan. Ayam-ayam tersebut belum mencapai usia panen,” ungkap Riany.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ketersediaan pangan, pihak Japfa bersama Disdagin telah mendistribusikan sekitar 6.000 ekor ayam ke pasaran.
Namun, pasokan tambahan tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menutup tingginya permintaan masyarakat.
Selain itu, Disdagin juga menjalin komunikasi intensif dengan para distributor guna mencegah potensi penyimpangan distribusi.
Riany menegaskan bahwa para pedagang di Tanjungpinang tidak melakukan penimbunan, khususnya untuk komoditas pangan segar seperti cabai dan bawang.
“Komoditas segar tidak mungkin disimpan lama karena berisiko menurunkan mutu. Para pedagang memahami hal tersebut,” jelasnya.
Untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, Disdagin Tanjungpinang turun langsung ke lapangan melalui kegiatan inspeksi mendadak (sidak).
“Pengawasan ini dilakukan bersama Tim Satgas Pangan, Polresta Tanjungpinang, serta Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) guna memastikan distribusi bahan pangan berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.
Harga ayam potong di pasaran dalam beberapa hari terakhir menunjukkan adanya kenaikan dari sebelumnya Rp38 ribu per kg naik menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg di pasar Bintan Center Tanjungpinang menjelang Nataru 2025-2026.
Pantauan harga ayam potong di salah satu swalayan di Km 9 Tanjungpinang, harga ayam potong pada Senin 12 Januari 2026 mencapai Rp44 ribu per kg. Sementara itu, pedagang ayam di Km 14 Tanjungpinang Rama, mengatakan harga ayam yang dijual saat ini Rp43 ribu per kg.
Salah satu warga Dewi, menyebutkan harga ayam potong saat ini sudah turun dibandingkan menjelang Natal 2025 lalu mencapai Rp45-50 ribu per kg. Harga ayam potong di Tanjungpinang biasanya Rp38-39 ribu per kg. (Ki)












