Tanjungpinang

Harga Cabe Merah di Tanjungpinang Melonjak, Riany: Cuaca dan Gangguan Distribusi Jadi Pemicu

×

Harga Cabe Merah di Tanjungpinang Melonjak, Riany: Cuaca dan Gangguan Distribusi Jadi Pemicu

Sebarkan artikel ini
Kadis Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang Riany (F-Yuki Vegoiesta)

Zonakepri.com– Harga cabe merah di Kota Tanjungpinang melonjak tajam hingga mencapai Rp88 ribu per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan kenaikan tertinggi dalam sepekan terakhir.

Bahkan, harga cabai merah ini sempat menembus harga Rp100 ribu beberapa waktu sebelumnya, namun turun menjadi Rp90 ribu per kg hingga akhirnya Rp88 ribu per kg.

Kenaikan ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan gangguan distribusi dari daerah penghasil utama di Sumatera dan Jawa.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menjelaskan bahwa harga cabe merah saat ini dipengaruhi oleh cuaca yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah penghasil. Kondisi tersebut membuat pasokan dari petani berkurang dan proses pengiriman menjadi terhambat.

“Beberapa daerah penghasil cabe di Sumatera dan Jawa memang sedang mengalami masalah akibat cuaca dan banjir, sehingga pasokannya menurun. Ini berdampak pada kenaikan harga di pasar, termasuk di Tanjungpinang,” ujar Riany, Rabu (12/11/2025).

Ia menegaskan, pemerintah terus memantau pergerakan harga dan memastikan agar tidak terjadi penimbunan oleh para pedagang.

Pihaknya juga mengungkapkan lewat rekapan data Kementerian Perdagangan, hampir semua wilayah di Indonesia mengalami kenaikan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Para pedagang diimbau untuk tidak melakukan penimbunan. Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan agar harga tetap terkendali dan stok tersedia,” tambahnya.

Riany juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dalam membeli kebutuhan pokok dan tetap berbelanja secara bijak.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait berupaya menstabilkan harga dengan memperkuat distribusi dan pasokan dari daerah lain,” pungkasnya.

Menurut salah satu petani cabai di Tanjungpinang Herman, kenaikan harga cabai merah disebabkan petani gagal panen. ” Cabai banyak rontok dan busuk akibat cuaca sering hujan,”ungkapnya. (Ki)

Editor : Zul