Zonakepri.com-Selain harga cabai yang masih mengalami lonjakan, ada kebutuhan lain yang juga merangkak naik saat ini yakni minyak goreng.
Harga minyak goreng sebelumnya dalam kisaran harga Rp16 ribu an. Salah satunya minyak KITA yang dibandrol harga Rp15.700. Sejak beberapa minggu ini minyak KITA sudah tidak ditemui di pasaran.
Sementara itu, harga minyak goreng merk lain telah mengalami lonjakan. Untuk harga terendah yakni minyak goreng yang baru muncul yakni merk baru “Palco” dibandrol dengan harga Rp16.900 ukuran 900 ml.
Sementara itu, harga merk Panina yang sebelumnya dalam kisaran Rp16-17 ribu menjadi Rp18.900 ukuran 900 liter. Tropical Rp22.500, Sunco Rp25.200, Bimoli Rp21.500, Rizqi Rp20.200 ukuran 850 ml, Siip Rp18.600 ukuran 1 liter serta Fortune Rp41.500 ukuran 2 liter.
Abdatul, salah satu karyawan Swalayan di Tanjungpinang mengatakan harga minyak goreng sudah naik sejak beberapa hari ini. “Memang harga minyak goreng sudah naik dari beberapa hari ini,”sebutnya Senin 8 Desember 2025.
Selain harga minyak goreng, harga gula pasir telah mendahului naik dari sebelumnya Rp13.700 menjadi Rp15.300 per kg.
Sementara itu, pedagang cabai lokal yang menjual cabai hasil petani lokal menjual cabai rawit Rp60 ribu per kg, demikian cabai hijau Rp50 ribu per kg. “Harga cabai masih mahal saat ini, cabai dari petani lokal yang lebih murah dibandingkan cabai dari luar daerah,”sebut Mak Samiah.
Salah satu warga yang berbelanja minyak goreng dan memilih harga yang termurah Palco menyatakan memang harga murah tapi ya ada gumpalan di bagian dasar kemasan. “Memang harga berbanding lurus dengan kualitas. Kalau beli ya sesuaikan dengan kondisi keuangan saja. Kalau duit banyak mending beli minyak yang kualitas bagus. Beda harga beberapa ribu saja.Tapi kalau duit pas pasan, ya daripada tak bisa goreng menggoreng terpaksa pilih harga murah,”ujar Bu Siti.(rul)












