
Zonakepri.com – Persediaan daging beku di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengalami kelangkaan serius.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tanjungpinang menyebut, krisis ini dipicu oleh ketegangan antara Iran dan Israel yang berdampak terhadap distribusi daging impor ke Indonesia.
Kepala Bidang Stabilitas Harga Disperindag Tanjungpinang, Riyanto, menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman daging beku dari India dan Australia mengakibatkan pasokan terganggu, terutama untuk wilayah Kepri.
“Konflik geopolitik yang terjadi membuat jalur distribusi daging kerbau dari India dan daging sapi dari Australia menuju Indonesia menjadi terhambat. Di Tanjungpinang, efeknya cukup terasa. Daging kerbau impor dari India sudah tidak tersedia, sementara daging sapi Australia jumlahnya terbatas dan kualitasnya juga bukan yang terbaik,” ungkap Riyanto, Minggu (13/7/2025).
Ia mengatakan, pihaknya telah turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah pasar.
Hasilnya menunjukkan bahwa pedagang daging beku saat ini hanya mengandalkan stok lama, itupun dengan harga yang melonjak tajam.
“Harga daging sapi beku Australia kini sudah menembus angka lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan daging kerbau asal India benar-benar kosong sejak sekitar seminggu terakhir,” ujarnya.
Di Pasar Bintan Center, beberapa pedagang juga membenarkan kondisi tersebut. Heri, salah satu penjual, mengaku tidak mendapatkan kiriman baru dari distributor.
“Distributor bilang stok daging beku belum masuk lagi. Kalau ada pun, harganya sudah tinggi banget, bisa tembus lebih dari seratus ribu,” ucap Heri.
Hal senada disampaikan oleh Angga, pedagang lain yang kini menjual daging beku seharga Rp130 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, harga jualnya hanya sekitar Rp100 ribu.
“Ini masih dari stok lama. Stok baru belum ada. Penjualan juga turun drastis. Biasanya saya bisa habiskan dua karung atau sekitar 40 kilogram. Sekarang paling cuma laku 20 kilogram. Itu pun susah,” keluhnya. (Ki)






