
Bintan,Zonakepri-Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan investasi yang telah dikeluarkan dalam pembangunan PT Bintan Alumina Indonesia (PT BAI) di Kabupaten Bintan sudah mencapai 5 miliar US. Namun jumlah ini diperkirakan masih terus bertambah hingga 15 miliar USD.
Hal tersebut disampaikan Luhut saat melakukan peninjauan PT BAI di KEK Galang Batang Kabupaten Bintan didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Plt Gubernur Kepri Isdianto, Bupati Bintan Apri Sujadi, Direktur Utama PT BAI Santoni, unsur TNI lainnya, Kamis 2 Juli 2020.
Menurut Luhut, PT BAI memang butuh TKA yang ahli dan profesional dalam mengoperasikan mesin dan peralatan dalam memproduksi Alumina. “Kebutuhan akan TKA tersebut jangan dipolitisir. Apakah mau menghentikan pengerjaan di PT BAI,?ungkapnya.
Kegunaan dari Alumina ini sangat penting untuk berbagai produk. Diantaranya textil, cat, fiber pesawat dan lainnya. Sementara itu, jika sudah memproduksi alumina maka Indonesia bisa ekspor ke Amerika, Tiongkok, Jepang dan lainnya. Selama ini, Indonesia mengimpor alumina dari Australia.
Dalam tahap awal ini, dibutuhkan tenaga kerja sekitar 20.000 orang. Untuk pembangunan jalan, gedung masih mempekerjakan tenaga lokal.
Menurut Direktur Utama PT BAI Santoni, pembangunan PT BAI Diperkirakan butuh anggaran hingga Rp20 triliun hingga akhir tahun ini. Direncanakan akhir tahun 2020, PT BAI sudah memproduksi Alumina. Mengingat progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 60 persen.
“Akibat pandemi Corona, produksi Alumina di PT BAI sudah molor 3,5 bulan. Diharapkan akhir tahun 2020 sudah bisa produksi,”ungkapnya.
Santoni mengatakan, PT BAI masih butuh sekitar 500 TKA lagi dalam pembangunan dan pengoperasian dalam memproduksi alumina. Untuk tenaga Indonesia sudah dilatih dan dikirim ke Cina sebanyak 85 orang. ” Mereka dalam waktu dekat akan dipulangkan ke Indonesia dan dipekerjakan di PT BAI,” sebutnya












