Kepulauan Riau

Kemenko PMRI Bersama UMRAH Dorong Implementasi Sekolah Rakyat di Kepri

×

Kemenko PMRI Bersama UMRAH Dorong Implementasi Sekolah Rakyat di Kepri

Sebarkan artikel ini
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris menyampaikan kata sambutan (Foto: Yuki Vegoeista)

Zonakepri.com- Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Kemenko PMRI) melaksanakan monitoring, evaluasi, serta koordinasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut digelar di Gedung Gurindam 1 Ismeth Abdullah, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Pulau Dompak, Tanjungpinang, pada Jumat (31/10/2025).

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu, Abdul Haris, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menjadi bagian dari lima prioritas nasional yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat bawah, terutama di daerah pedesaan dan wilayah tertinggal.

Lima program prioritas tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, Program Tiga Juta Rumah Rakyat, serta Cek Kesehatan Gratis.

“Kami memiliki tanggung jawab memastikan seluruh program prioritas nasional dapat terlaksana secara efektif di lapangan. Pemerintah tidak ingin program ini berhenti pada tataran bantuan sosial semata, melainkan menjadi gerakan nyata untuk memperkuat kemandirian dan kemampuan masyarakat,” ungkap Abdul Haris.

Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam upaya pemerintah menekan angka kemiskinan.

“Sejak dulu hingga kini, misi negara tetap sama—mengangkat kesejahteraan masyarakat. Dan pendidikan, melalui Sekolah Rakyat, adalah jalan yang paling konkret untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, menyampaikan bahwa pihak universitas siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau.

Menurutnya, UMRAH akan berkontribusi melalui keterlibatan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang berpotensi menjadi pendidik di Sekolah Rakyat.

“Program ini hadir untuk menjawab kesenjangan pendidikan yang masih terasa di beberapa wilayah. UMRAH berkomitmen menyediakan calon tenaga pendidik yang siap terjun langsung ke masyarakat,” jelas Agung.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa UMRAH tengah menyiapkan konsep kerja sama dengan pemerintah pusat agar Sekolah Rakyat di Kepri dapat dijadikan sebagai sekolah laboratorium (Lab School) bagi mahasiswa jurusan keguruan.

“Melalui model ini, mahasiswa bisa belajar langsung mengajar dan memahami manajemen pendidikan di lapangan,” tambahnya.(Ki)