Bintan

Musim Angin Utara, Nelayan Bintan Enggan Melaut dan Wisata Kelong Tutup Sementara

×

Musim Angin Utara, Nelayan Bintan Enggan Melaut dan Wisata Kelong Tutup Sementara

Sebarkan artikel ini
Nelayan memilih untuk memperbaiki sampan saat musim utara melanda kawasan Bintan

Zonakepri.com- Sebagian nelayan di Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan memilih tak melaut dan memanfaatkan memperbaiki perahu dan kelong apung mereka, pada musim angin utara yang berhembus bulan Desember 2024.

Terlihat perahu nelayan tradisional dan nelayan kelong apung berderet dan terparkir di bibir pantai Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, pada Sabtu (14/12/2024).

Sebagian nelayan ini memilih tidak pergi melaut disaat musim angin utara yang saat ini sedang terjadi.

Kondisi tersebut pun mereka manfaatkan dengan memperbaiki perahu dan kelong apung milik mereka.

Salah seorang nelayan, Yanto, mengatakan, kondisi ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir dan memanfaatkan untuk memperbaiki perahu dan kelong apung.

“Sudah dua minggu terakhir ini, aktivitas nelayan hanya perbaiki perahu dan juga kelong,” kata Yanto.

Menurutnya, sebagian dari nelayan ada yang tetap pergi melaut untuk mencari ikan. Tetapi, mereka turun ke laut ketika kondisi angin dan gelombang sudah mulai agak reda.

“Ada juga yang turun, tapi kalau sudah agak teduh baru kita turun,” sebutnya.

Demikian juga dengan usaha wisata kelong di kawasan ini, juga stop sementara di bulan Desember hingga Maret tahun depan mengingat kondisi cuaca musim angin utara.

Karno, pengelola kelong wisata Bintan Neemo dipantai trikora II Kabupaten Bintan mengatakan musim angin utara berbahaya untuk wisata kelong terutama antar jemput wisatawan menuju ke tengah laut dan sebaliknya. Mengingat kelong wisata bintan neemo menawarkan wisata snorkling, Fishing, Kayaking serta penginapan bagi pengunjung.

Tarif per malam Rp600 ribu per orang bagi pengunjung domestik. Sementara bagi wisatawan manca negara memilki tarif Rp1.200.000 per malam. “Tersedia makan gratis bagi pengunjung yang menginap. Berupa makanan sea food,”ujarnya beberapa waktu lalu.

Karno menyebutkan, kegiatan wisata Kelong akan ditutup sementara pada bulan Desember hingga bulan Maret setiap tahunnya. Hal ini disebabkan adanya angin Utara yang berhembus di kawasan ini setiap tahun.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rizqi Nur Fitriani mengatakan, ketinggian gelombang yang terjadi dipengaruhi oleh musim angin utara yang saat ini terjadi.

“Angin Utara akan makin menguat pada bulan Desember, Januari bahkan bisa sampai bulan Maret 2025,” ucapnya.

Rizqi menyebutkan, untuk saat ini ketinggian gelombang di wilayah Kabupaten Bintan masih dikisaran rendah sampai tiga hari kedepan dengan tinggi gelombang berkisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

“Kita juga menghimbau selalu waspada dengan ketinggian gelombang bisa berubah dari rendah ke sedang pada akhir Desember dengan tinggi gelombang berkisaran 0,5 sampai 2,5 meter,” sebutnya.(rul)