
Zonakepri.com-Musim angin utara yang bertiup di wilayah Kepri, salah satunya di Kabupaten Bintan berdampak terhadap kehidupan nelayan dan penjual ikan.
Sudah sekitar 10 hari ini, penjual ikan keliling dari rumah ke rumah warga dari Kawal Kabupaten Bintan berhenti berjualan sementara. Pasalnya tidak ada nelayan yang melaut maupun memancing ikan saat berhembus angin utara.
“Sudah 10 hari ini, tidak berjualan keliling. Karena ikan dari nelayan tidak ada,”sebut Tari, penjual ikan keliling dari Kawal Kabupaten Bintan menuju Kota Tanjungpinang, Rabu 25 Desember 2025.
Sementara itu, penjual ikan segar di Pasar Tradisional Bintan Center (Bintan) di km 9 Tanjungpinang Agus, mengatakan saat musim utara, harga ikan mengalami kenaikan. Diantaranya ikan tongkol putih Rp35 ribu per kg, sebelumnya Rp30 ribu, Ikan Tamban dari Rp13 ribu per kg menjadi Rp15 ribu, ikan selikur putih dari Rp28 ribu menjadi Rp30 ribu per kg, ikan kerapu dari Rp25 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. “Semua ikan rata rata harganya naik saat musim utara,” sebut Agus.
Dikatakannya, meski musim angin utara namun saat cuaca teduh maka nelayan menyempatkan diri untuk mencari ikan meski hanya sebentar melaut, “ungkapnya.
Sementara, penjual ikan yang lain Dedi mengatakan ikan yang dijual sebagian besar sudah di es. Karena saat angin utara sedikit ikan segar yang didapat dari nelayan. ” Ikan yang dijual sudah di es dan stok ikan cukup banyak, namun ikan segar langsung dari laut hanya sedikit, “sebutnya. (rul)












