Tanjungpinang

November 2019, Tanjungpinang Alami Deflasi 0,17 Persen

×

November 2019, Tanjungpinang Alami Deflasi 0,17 Persen

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang,Zonakepri-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Rutin bulanan TPID di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (19/12).

Rapat rutin bulanan TPID ini dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP.

Menurut data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia dan BPS Kota Tanjungpinang, pada bulan November Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,17% (month to month/mtm) November dibandingkan Oktober 2019 atau inflasi sebesar 2,07% ( year to year/yoy) November 2019 dibandingkan November 2018.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri disebutkan juga lebih rendah dibandingkan IHK nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm) atau inflasi 3,00% (yoy).
Deflasi Tanjungpinang terutama bersumber dari penurunan harga komoditas cabai merah, ikan tongkol dan cabe rawit. Dengan perkembangan tersebut, inflasi Tanjungpinang hingga November 2019 sebesar 1,21% (ytd).

Penurunan harga komoditas cabai merah dan cabai rawit disebabkan penurunan harga seiring panen di sentra produksi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sementara penurunan harga angkutan udara disebabkan penyesuaian harga oleh maskapai Low Cost Carrier (LCC).

IHK Kepri pada November 2019 mengalami deflasi 0,03% (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,27% (mtm). Sementara itu IHK Kepri pada Desember 2019 diperkirakan akan mengalami inflasi sebesar 0,95%(mtm) atau 1,71% (yoy).

Perwakilan Bulog Tanjungpinang  menyampaikan laporan stok beras tercatat masih cukup yaitu sekitar 2.000 Ton.

Rapat bulanan TPID ini di hadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Teguh Ahmad Syafari, M.Si, Asisten Ekonomi Pembangunan, H. Irwan, S.Sos, MM, Staf Ahli, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Dishub, DP3, Kejari, Kominfo, Dinsos, BUMD Kota Tanjungpinang, BPS Kota Tanjungpinang, Karantina Pertanian dan Perikanan, BMKG Kota Tanjungpinang, Perindag, Bappeda, dan OPD terkait.(hum)